Latest Entries »

HT-Australia-300x199

Sebagaimana diberitakan, dalam pidatonya di National Press Club, Perdana Menteri Australia Tony Abbot berkeinginan kuat untuk melarang Hizbut Tahrir (HT).

Upaya pelarangan ini sangat nyata terlihat dari beberapa pernyataan Tonny Abbott sendiri, yang dalam sebuah kesempatan dia berkata “Hizb ut-Tahrir is an organisation with an ideology which justifies terrorism” (Hizbut Tahrir adalah sebuah organisasi yang ideologinya membenarkan tindakan teorisme). (9/10/14, http://www.theaustralian.com.au). View full article »

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan 3 (tiga) hal. Pertama: kritik terhadap konsep nation-state (negara-bangsa). Kedua:perbedaan negara Khilafah dengan nation-state. Ketiga: keunggulan Khilafah dibandingkan dengan nation-state.

Untuk memperjelas posisi dan konteks hubungan antara nation-state dan Khilafah, akan diuraikan terlebih dulu bagaimana perjalanan sejarah konsep nation-state dan kaitannya dengan Khilafah. View full article »

Tanggal 9 Juli 2014 akan diselenggarakan Pemilu Presiden (Pilpres) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Pilpres berbeda dengan Pemilu Legislatif (Pileg) yang diselenggarakan untuk memilih para wakil rakyat. Dalam Pilpres berlangsung pemilihan kepala kekuasaan eksekutif. Hal itu mencerminkan pengelolaan rakyat atas kekuasaan mereka.

cover_129_ok - copyHukum mengangkat penguasa itu berkaitan dengan dua perkara: (1) perkara yang berkaitan dengan karakter dan sosok penguasa; (2) perkara yang berkaitan dengan sistem/aturan yang akan diterapkan penguasa. View full article »

ust-Rokhmat-S-labib

 

Yang membuat orang kafir menguasai kaum Muslimin, menurut Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rokhmat S Labib bukan karena umat Islam golput.

“Tetapi sistem demokrasi yang diterapkan di negeri ini yang memberikan kesempatan kepada orang kafir berkuasa. Inilah yang ditentang Hizbut Tahrir,” tegasnya pada mediaumat.com (6/4) di Jakarta.

Selain itu, jelas Rokhmat, Hizbut Tahrir tidak hanya menjelaskan hukum mengangkat seorang pemimpin tapi juga menegaskan untuk meninggalkan demokrasi, sebab demokrasi memberikan kesempatan orang kafir berkuasa. View full article »

2012_0

Siapa pun pasti mengakui bahwa Indonesia sudah ‘jungkir-balik’ menerapkan demokrasi dengan beragam tipe, seperti: (1) demokrasi parlementer (1945-1959); (2) demokrasi terpimpin (1959-1965); (3) demokrasi pancasila (1965-1998); dan (4) demokrasi liberal masa reformasi (1998-sekarang). Sampai-sampai SBY menerima penghargaan The Democracy Award dari International Association of Political Consultants (IAPC) atas ‘jasanya’ menerapkan demokrasi. Artinya Indonesia sudah lama sekali belajar demokrasi, laksana seorang mahasiswa abadi yang menempuh pendidikan begitu lama sekali. View full article »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.831 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: