Syabab.Com – Semakin nampak kelicikan dan kekalahan ideologi kapitalisme. Mengaku pengemban ide kebebasan tetapi terus berupaya melarang kebebasan umat Islam untuk berbicara. Itulah yang terjadi di Amerika hari ini. Hotel Marriott akhirnya tunduk pada tekanan intelijen, sehingga Konferensi Khilafah yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Amerika tidak digelar di tempat itu.

Beberapa media menulis penundaan konferensi Khilafah di Hotel Marriott itu sebagai kabar baik. Awalnya, HTA akan mengadakan Konferensi Khilafah pada 11 Juli. Namun, seperti Konferensi sebelumnya, para analisis dan intelijen Amerika benar-benar merasa ketakutan dengan angkat bicaranya gerakan yang menantang Kapitalisme global tersebut.

Untuk itulah, sejak HTA merilis video pengumuman rencana Konferensi Khilafah pada bulan Rajab ini, para analisis merasa kebakaran jenggot. Berbagai fitnah dan tuduhan palsu terus menerus digelorakan di berbagai media, berharap HTA tak berbicara.

Salah satu organisasi yang aktif memaksakan tuduhan palsunya itu adalah Responsible for Equality And Liberty (REAL). Anehnya, kelompok ini menamakan kebebasan dan kesetaraan, tetapi berupaya membungkam Hizbut Tahrir Amerika untuk tidak menggelar konferensi. Salah satu bentuk kekalahan intelektual dan ketakutan para pembela demokrasi menghadapi debat para pejuang Khilafah.

Pada tahun 2009, Hizbut Tahrir Amerika juga mengalami kesulitan menentukan lokasi konferensi pada 19 Juli 2009. Awalnya, dijadwalkan di Sekolah Aqsa yang akhirnya dipindahkan ke Oak Lawn, Illinois Hilton.

Selama enam bulan terakhir, Hizbut Tahrir Amerika mengadakan web seminar (webinar) berbasis internet untuk mendiskusikan Khilafah. Pada bulan Desember 2009, HTA juga mengadakan Konferensi Publik di pinggiran kota Chicago.

Demokrasi benar-benar telah menjadi ide basi yang terus menerus dijual oleh para pencetusnya. Sekalipun salah satu prinsip demokrasi adalah ide kebebasan, terpaksan tidak memberikan kebebasan berbicara pada warga Muslim.

Bahkan, para penyeru demokrasi terus menerus menipu kaum Muslim Amerika, agar menjaga demokrasi dan kebebasan yang sebenarnya telah runtuh. Buktinya, kaum Muslim berbicara dihalang-halangi!

Demikianlah, perang pemikiran dan perjuangan kaum Muslim di Amerika. Ketakutan para pembela demokrasi di sana menunjukkan keberadaan dakwah terhadap Islam, sekalipun tantangannya sangat besar. Tetapi, semua tidak menyurutkan dakwah di jantungnya kapitalisme tersebut.

Pemerintah AS malu untuk melarang Hizbut Tahrir, karena tidak ada bukti apapun yang dapat menjerat Hizbut Tahrir, tetapi pada saat yang sama mereka tidak ingin melihat Hizbut Tahrir bekerja untuk mendirikan Khilafah.

Hizbut Tahrir Amerika menyatakan di dalam situs resminya, bahwa karena keadaan tidak dapat dihindari, tanggal dan tempat Konferensi Khilafah sedang diubah.

“Kami sedang dalam tahap akhir penentuan tanggal dan tempat baru. Mengingat pentingnya kejatuhan Khilafah pada 28 Rajab 1342 Hijiryah, sangat penting bahwa Konferensi Khilafah diadakan di bulan Rajab atau sekitar itu,” tegasnya dalam sebuah pernyataan.

Kemungkinan konferensi digelar pada hari Ahad, 18 Juli 2010 atau 25 Juli 2010. Pihak panitia berharap kaum Muslim mengunjungi situs resmi HTA di www.hizb-america.org untuk rincian lebih lanjut perubahan waktu dan tempat konferensi.

“Kami juga akan memberikan rincian lebih lanjut tentang keadaan yang menyebabkan perubahan tanggal dan tempat.” [m/z/hta/syabab.com]