mediaumat.com- Juni 2010 merupakan sejarah yang akan tetap terukir dalam memori para pemimpin politisi dan militer NATO sebagai bulan paling berdarah dan mematikan, karena meningkatnya jumlah korban tewas dalam pasukan koalisi Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat di Afghanistan. Di mana pada bulan ini mereka menderita seratus personil tewas dalam pasukan NATO. Dan ini adalah pertama kalinya sejak delapan setengah tahun sejarah dimulainya petualangan Amerika (Barat) di Afganistan. Dalam bulan Juni ini terjadi kenaikan dramatis terkait jumlah operasi militer gerakan Taliban terhadap kehadiran Barat, yaitu serangan yang menggunakan metode dan teknik yang berbeda terutama ranjau darat buatan sendiri, yang merupakan senjata mematikan yang paling terkemuka dalam menghadapi pasukan NATO di Afghanistan. Sehingga hal itu membawa pada pikiran tentang mimpi buruk bulan-bulan kelabu Pasukan AS di Irak (April – Juni 2007). Eskalasi serangan operasi militer para pejuang Taliban telah menyebabkan lebih dari 10 orang pasukan NATO tewas dalam satu hari, terutama di dua wilayah yaitu Helmand dan Kandahar, yang merupakan benteng terpenting Taliban di Afghanistan selatan. Bahkan itu merupakan perwujudan strategi baru yang ditempuh gerakan Taliban sejak tahun 2005 dalam menghadapi pasukan koalisi Barat di wilayah Afghanistan. Puncak dari bencana itu adalah pemecatan Jenderal McChrystal, mantan komandan pasukan Amerika dan Barat di Afghanistan, yang kemudian digantikan oleh Jenderal Petraeus, yang di Amerika Serikat ia dipandang sebagai salah satu pahlawan perang di Irak. Keputusan ini menegaskan kondisi kebingungan dan ketidakjelasan yang sedang dihadapi oleh strategi politik dan militer Amerika Serikat dan sekutunya, negara-negara Barat, pada sebuah negara yang terkenal karena selalu menjadi negara yang sulit dikendalikan dan dikuasai, yaitu Afghanistan! (islamtoday.net, 6/7/2010)

Source: http://www.mediaumat.com/content/view/1459/1/