Meski sering dibantah oleh sumber resmi kepolisian, namun informasi bahwa Densus 88 didanai AS sangat sulit dibantah. Dana AS yang mengalir kepada Polri untuk mendirikan Densus 88 sangat besar, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan.[1]

Dalam situs Wikipedia tentang Densus 88, dinyatakan dengan tegas bahwa :

“Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.” [2] (last updated, 10 Agustus 2009).

Sekitar dua tahun lalu, Munarman yang saat itu menjadi Tim Advokasi FUI (Forum Umat Islam) mengatakan, berdasarkan dokumen Human Rights Watch tentang Counter Terorism yang dilakukan AS, pembentukan Densus 88 di Indonesia pada tahun 2002 didanai AS sebesar 16 juta dollar, dan sebelumnya pada tahun 2001 Polri telah menerima dana untuk penanganan terorisme sebesar 10 juta dollar.[1]

Kapolri Dai Bachtiar sendiri saat itu (tahun 2002) pernah mengatakan, dana bantuan yang telah diberikan AS untuk memerangi terorisme kepada kepolisian sebesar US$ 10 juta. Bantuan selanjutnya akan diberikan kepada Polri sebesar US$ 12 juta. “Plafon maksimal yang diperoleh Polri sebanyak US$ 16 juta, tetapi kemungkinan Polri akan mendapat US$ 12 juta,” kata Kapolri. Anggaran itu, menurut Kapolri, diberikan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan bagi anggota Polri. “Bentuknya kita mengirimkan perwira ke sana (AS) atau mereka mengirimkan pelatihnya ke Indonesia,” kata Kapolri.[3]

Munarman menyatakan informasi Densus 88 dibiayai AS bukanlah asumsi.”Itu konkrit dari dokumen sekunder, saya juga punya dokumen primer, dan juga dokumen dari Departemen Pertahanan AS tentang counter terorism budget, “jelasnya kepada pers, di Gedung Menara DDII, Jakarta, Selasa (26/6/2007).[1]

Munarman menegaskan lebih jauh, dana untuk penanggulangan terorisme dunia yang dikeluarkan oleh pemerintah AS itu setiap tahunnya mengalami peningkatan.”Untuk tahun 2007 ini dananya sebesar 93 milyar dollar, dan untuk tahun 2008 sebesar 141 milyar dollar untuk seluruh dunia,” urai Munarman.

“Itu data resmi Departemen Pertahanan AS, saya dapat dokumennya asli, dana yang 10 juta dollar ini sebenarnya sudah pernah saya sampaikan ke DPR tahun 2002-2003, tapi mereka juga tidak dipercaya, “jelasnya. Ia menduga, DPR tidak mengetahui bahwa Densus 88 adalah unit kerja yang dibiayai asing dan belum pernah menerima laporan keuangan atas berbagai kegiatan Densus.[1]

Berita bahwa Densus 88 didanai AS bahkan juga dibuktikan dengan video di situs http://www.youtube.com dan sejenisnya. Dalam video yang dibuat tahun 2002 itu Kapolri Dai Bachtiar (saat itu) mengaku secara terbuka bahwa AS telah mendanai puluhan juta dolar AS untuk penanggulangan terorisme di Indonesia. [4]

Referensi :

[1] http://www.eramuslim.com/berita/nasional/fui-as-danai-densus-88.htm

[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Detasemen_Khusus_88

[3] http://www.tempointeraktif.com/share/?act=TmV3cw==&type=UHJpbnQ=&media=bmV3cw==&y=JEdMT0JBTFNbeV0=&m=JEdMT0JBTFNbbV0=&d=JEdMT0JBTFNbZF0=&id=MjUwOTg=

[4] http://s3nn4.multiply.com/video/item/140/Sumber_Dana_Densus_88_Anti_terror

http://khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=768&Itemid=47

Iklan