Ribuan pasukan polisi Israel telah menyerang sebuah masjid Badui-Palestina di Israel selatan, mereka mengusir penduduk setempat sedang sholat dan meratakan bangunan tersebut.

Operasi itu dilakukan di kota Badui di Rahat pada hari Minggu (7/11), AFP melaporkan.

“Mereka pergi ke mesjid dan menangkap mereka yang sholat di dalam, termasuk saya, dan mengusir kami ke luar kota sampai operasi selesai,” ucap Yusuf Abu Jamer, penduduk setempat.

Polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan warga yang turun ke jalan untuk protes.

Pemerintah Israel, bagaimanapun, menyatakan bahwa masjid tidak memiliki otorisasi ijin.

Pada bulan Juli, kota ini merubungnya dengan beberapa ratus orang Badui yang juga mereka “ilegal dibangun” tandas rumah selama gelombang oleh polisi Israel.

Bulan lalu, ekstrimis Israel merusak sebuah masjid di utara kota al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat yang diduduki.

Mereka membakar salinan Al-Qur’an dan membuat coretan yang berisi menghujat Nabi Muhammad (saw) di dinding gedung.

Pemukim Israel dan polisi juga telah berulang kali menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa, tempat suci ketiga dalam Islam. Israel juga telah membatasi akses ke kompleks Al-Aqsa. (prtv/kh)