Archive for Mei, 2011


Al-Islam edisi 558, 27 Mei 2011/23 Jumadul Akhir 1432 H

بسم الله الرحمن الرحيم

Kesalahan-kesalahan Obama di dalam Pidatonya dari Markas Besar Luar Negeri Amerika Menelanjangi Kepalsuan Politik Amerika!

Obama semalam (Kamis, 19/5) berpidato dari markas Departemen Luar Negeri Amerika, ditujukan kepada bangsa-bangsa Timur Tengah. Obama memenuhi pidatonya dengan sejumlah kesalahan. Di antaranya bahwa Amerika mendukung dan mensuport bangsa-bangsa kawasan dalam revolusinya menentang penguasa diktator yang telah menzalimi dan berbuat jahat kepada mereka … Dan bahwa Amerika akan mendukung penguasa-penguasa baru yang dimunculkan oleh revolusi itu dengan jalan menghapus sebagian utang dan mempermudah pemberian utang melalui IMF dan Bank Dunia. Obama memfokuskan hal itu pada Mesir … Di akhir pidatonya, Obama mengumumkan bahwa Amerika akan mendukung solusi dua negara di Palestina: satu negara yang aman dan tenteram untuk Yahudi dan keamanannya dijaga oleh Amerika, dan satu negara untuk penduduk Palestina, sebuah negara lumpuh yang terlucuti senjatanya! Obama lupa atau pura-pura lupa bahwa Palestina adalah tanah Islami dari laut hingga sungainya. Dan dengan izin Allah SWT akan kembali ke asalnya dan hidung musuh-musuh Islam akan tersungkur …

Orang yang mencermati pidato Obama, ia akan melihat bahwa Obama memutarbalikkan fakta. Setiap orang yang memiliki dua mata akan melihat dan mengetahui bahwa penguasa zalim thaghut di negeri-negeri kaum Muslim adalah asuhan barat khususnya Amerika. Adakah orang yang mengingkari ikatan kuat Mubarak dengan Amerika, bahkan dikatakan, Mubarak jauh lebih Amerika dari orang-orang Amerika sendiri? Adakah orang yang tidak melihat pemutarbalikan fakta oleh Amerika dalam berbagai pernyataannya selama revolusi Tahrir Square di Mesir? Saat itu Amerika mendukung sikap Mubarak dan membisikinya apa yang akan dia lakukan, sementara Amerika hanya selintas melihat Tahrir Square. Amerika sungguh telah melihat dan mendengar Mubarak berbuat jahat kepada masyarakat, membunuh ratusan orang dan melukai ribuan, dan mengobrak-abrik camp mereka. Meski demikian, Amerika tidak mengkritik atau angkat suara, kecuali ketika Amerika yakin bahwa Mubarak sudah tidak mampu lagi membunuh lebih banyak dan bahwa mereka yang berrevolusi hampir mencengkeram tengkuk Mubarak tanpa rasa takut! Pada saat itu Amerika merubah logat dan mengganti orientasi, mencampakkan Mubarak dan bergegas mencari penjaganya yang lama dan baru yang bisa mengisi posisi Mubarak untuk melayani kepentingan-kepentingan Amerika …

Hari ini Amerika menempuh jalan yang sama di Suriah. Kelembutan seruan kepada rezim Suriah sungguh terlihat jelas hingga bagi publik di Amerika bahkan dunia. Meski rezim Suriah membunuh, membantai, melukai, mencederai masyarakat, menghancurkan rumah dan masjid selama dua bulan penuh, Amerika tetap menutup mata terhadap rezim Suriah. Ketika masyakat makin intens untuk mencabut rezim, meski harus dengan kucuran deras darah, Amerika muncul dengan berbagai pernyataan malu-malu. Amerika berkata: Bashar harus memimpin perubahan politik atau mundur! Artinya, revolusi masyarakat itu menentang kezaliman, kejahatan dan pembantaian oleh rezim, sementara Amerika ingin menyerahkan revolusi itu kepada pelaku kezaliman, kejahatan dan pembantaian tersebut! Seperti apa yang dilakukan terhadap Mubarak, begitu pulalah yang akan dilakukan oleh Amerika terhadap Bashar. Yaitu mempermudahnya untuk membunuh masyarakat dan berbuat jahat terhadap mereka. Jika Bashar sudah tidak mampu lagi membunuh lebih banyak, dan hampir jatuh di tangan mereka yang berrevousi, Amerika akan mengeluarkan berbagai pernyataan menjilat dan menarik dukungannya kepada diktator Syam!

Amerika gembong kekufuran dan penjajahan, potretnya tidak akan bisa dipercantik oleh kesalahan-kesalahan Obama. Parfum tidak akan bisa mempercantik sesuatu yang dirusak oleh waktu. Amerika hanya memandang kepentingan materinya hingga meski seandainya pihak-pihak lain menggerutu. Bahkan Amerika bertarung dengan partnernya, Uni Eropa, dalam menjajah negeri-negeri kaum muslim seperti yang terjadi di Libya, Yaman, Bahrain dan daerah-daerah sensitif lainnya di negeri-negeri kita. Negara-negara yang dengki terhadap Islam dan kaum Muslim dan nilai-nilai yang selalu didengungkan Obama adalah kedengkian yang ditampakkan oleh Barat khususnya Amerika kepada kita di Irak, Afganistan, Guantanamo … Itu adalah pemboman terus menerus dari pesawat-pesawatnya terhadap kaum Muslim di Pakistan … Itu adalah pembunuhan oleh pengecut terhadap seorang syahid tak bersenjata di rumahnya, bukan di medan pertempuran … Itu adalah kontrol ekonomi di negeri-negeri kita melalui Bank Dunia dan IMF, menggunakan kebijakan-kebijakan utang, proyek-proyek pelayanan yang tidak produktif, inflasi riba dan hegemoni terhadap perekonomian, ekspor dan impornya sehingga negeri-negeri yang kaya justru mayoritasnya didera utang yang menggunung dan bunga yang mencekik! Itu adalah dukungan terus menerus kepada entitas Yahudi pencaplok tanah Palestina berikut kejahatan-kejahatan brutalnya yang terus menerus siang dan malam terhadap keluarga kita. Itu adalah nilai-nilai Amerika, bahkan itulah nilai-nilai Amerika yang paling menonjol!

Wahai Kaum Muslim: pidato Obama ini bukan sesuatu yang baru dari pidato-pidato sebelumnya. Pidato Obama itu adalah hal lama yang diperbarui. Di dalamnya ia menyebutkan apa yang telah ia sebutkan di dalam pidato-pidatonya sebelum itu, khususnya pidatonya di Kaero dua tahun lalu. Yang setengah baru adalah bahwa ia memfokuskan lebih banyak, bersuara lebih tinggi dan meninggikan intonasi dengan mendukung negara Yahudi dan melindungi keamanannya, sampai pada beberapa perkara melampaui Yahudi dalam perhatian terhadap Yahudi! Obama mengeluarkan masalah al-Quds dan para pengungsi dari pembahasan, dan kadang menempatkan keduanya pada perkara-perkara emosional, bukan sebagai perkara yang mendasar. Obama meramu antara batas tahun 67 dengan pertukaran tanah dalam teks yang jelas untuk memasukkan pemukiman ke wilayah negara Yahudi dan tidak menjadi bagian negara kecil Palestina yang lumpuh terlucuti senjatanya!

Wahai Kaum Muslim: benar, pidato Obama bukan sesuatu yang baru dari pidato-pidato sebelumnya. Itu hal yang biasa dan sudah dapat diprediksi akan dilakukan Obama dan para presiden Amerika sejak munculnya masalah Palestina. Namun yang benar-benar menyakitkan adalah bahwa Obama di dalam pidatonya berpindah-pindah di negeri-negeri kaum Muslim, sampai di sini dan berkeliling, berhenti sejenak di satu negeri lalu berpindah ke negeri lainnya, seraya berkata “ini boleh” dan “ini tidak boleh”, seolah-olah negeri-negeri kaum Muslim adalah bagian dari wilayah Amerika!

Negeri-negeri kaum Muslim yang dulu menjadi motropolitan dunia dan khilafahnya tegak, dihormati oleh teman dan ditakuti oleh lawan, serta menyebarkan kebaikan di penjuru dunia. Namun sekarang, di saat khilafah tidak ada, negeri-negeri kaum Muslim berubah menjadi panggung bagi Obama untuk berpindah-pindah di atasnya dari satu podium ke podium lainnya! Yang lebih menyakitkan adalah bahwa presiden Amerika dengan semua itu, ia mendapati para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim dan para pendukungnya, mereka loyal dan mengangguk-anggukkan kepala kepadanya, karena menganggap Obama memiliki kemuliaan dan perlindungan. Anggapan mereka itu akan menghancurkan mereka sendiri. Mereka tidak mengambil pelajaran dengan firman Allah SWT:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعًا

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (QS an-Nisa’ [4]: 138-139)

Demikian juga mereka tidak mengambil pelajaran dari realita-realita yang ada, di mana mereka menyaksikan kelompok mereka dicampakkan oleh Amerika setelah menyelesaikan peran mereka!

Wahai Kaum Muslim, Hizbut Tahrir menyeru Anda:

Belum tibakah saatnya Anda memahami bahwa Khilafah adalah kewajiban dari Rabb Anda, perintah dari Rasul Anda, dan jalan kemuliaan serta metode kebangkitan Anda? Belum tibakah saatnya bagi Anda untuk bersegera berjuang bersama para pejuang di Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah dan merealisasi janji Rabb Anda:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa (QS an-Nur [24]: 55)

Dan mewujudkan berita gembira Nabi Anda:

«ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

Kemudian akan ada khilafah yang berjalan mengikuti manhaj kenabian

Sehingga bumi akan disinari kembali oleh khilafah dan Amerika serta barat akan mundur ke negeri mereka sendiri jika mereka masih memiliki negeri!

Lalu belum tibakah saatnya bagi Anda untuk menghadap kepada Allah SWT dengan bersegera bertaubat sebelum kematian menghampiri Anda dan Anda menyesal?

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

Maka segeralah kembali kepada (menta`ati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. (QS adz-Dzariyat [51]: 50)

17 Jumaduts Tsaniyah 1432 H

20 Mei 2011 M

Hizbut Tahrir

Iklan

Oleh: KH. Musthafa A. Murtadlo

Sajiyyah (Karakter atau Ciri Khas) Kita Pengemban Dakwah:
Interaksi Dengan Masyarakat Untuk Dakwah.

A.Keutamaan Interaksi Dengan Masyarakat Untuk Berdakwah, Serta Sabar Atas Kesulitan Yang Dihadapi:

Rasulullah saw. bersabda:
إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا كَانَ مُخَالِطًا النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الْمُسْلِمِ الَّذِى لاَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ.
Jika seorang muslim berinteraksi dengan masyarakat, lalu Ia bersabar dari perlakuan buruk masyarakat terhadapnya (dalam dakwah), hal itu adalah lebih baik, daripada seorang muslim yang tidak mau berinteraksi dan tidak bersabar dari perlakuan buruk masyarakat. (HR. Sunan at-Tirmidzi: IX/416)

Imam as-Shan’ani menjelaskan:
فيه أفضلية من يخالط النّاس مخالطة يأمرهم فيها بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحسن معاملتهم فإنه أفضل من الّذي يعتزلهم ولا يصبر على المخالطة..
Hadits tersebut menjelaskan keutamaan bagi orang yang berinteraksi, menyeru masyarakat kepada kema’rufan, mencegar kemunkaran, dan memperbaiki sistem sosial mereka. Hal demikian itu, lebih baik ketimbang orang yang menyendiri dan tidak mau bersabar dalam berinteraksi. (Subulus Salam: V/245)

Al-Hafizh al-Munawi berkata:
من أعظم أنواع الصبر الصبر على مخالطة الناس وتحمل أذاهم
Kesabaran yang paling besar adalah, sabar berinteraksi dengan masyarakat dan menahan semua perlakuan buruk mereka. (Faidul Qadir: VI/332)

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani berkata:
والصابر أعظم أجرا من المنفق لأنّ حسنته مضاعفة إلى سبعمائة…
Orang sabar mendapat pahala lebih besar dari orang yang suka berinfak, karena kebaikan orang sabar dilipat gandakan menjadi 700 kebaikan. (Fathul Bariy: XVII /274)

B.Keistimewaan Hamba Allah Swt Yang Berdakwah:

1.Pengemban dakwah adalah washilah datangnya petunjuk Allah pada seseorang, dan itu lebih baik dari dunia dan semua isinya.

Rasulullah saw. bersabda:
.. فَوَاللَّهِ ِلأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ
..Demi Allah, bila ada satu orang saja yang mendapat hidayah melalui perantaraan dirimu, maka itu lebih baik bagimu dari pada unta-unta merah (benda/kendaraan yang paling dibanggakan orang Arab). (HR. Al-Bukhari: 2787; 3425; 3888. & Muslim: 4423)

… ياَ عَلِي، ِلأَنْ يَهْدِيَ اللهُ عَلىَ يَدَيْكَ رَجُلاً خَيْرٌ لَكَ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ..
Wahai ‘Ali, bila ada satu orang saja yang mendapat hidayah melalui perantaraan tanganmu, maka itu lebih baik bagimu dari pada terbitnya matahari. (HR. Al-Hakim: XV/199)

لأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى يَدَيْكَ رَجُلا خَيْرٌ لَكَ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ وَغَرَبَتْ
Demi Allah, bila ada satu orang saja yang mendapat hidayah Azza wa Jalla melalui perantaraan tanganmu, maka itu lebih baik bagimu dari pada terbit dan tenggelamnya matahari. (HR. At-Thabrani, al-Mu’jam al-Kabir: I/403)

2.Dakwah adalah ibadah yang paling dicintai Allah ta’baraka wa ta’ala.

Rasulullah saw. bersabda:
… وَأَحَبُّ عِبَادَةِ عَبْدِي إِلَيَّ النَّصِيحَةُ…
Ibadah hambaku yang paling kucintai adalah Nasihat. (HR. At-Thabrani, al-Mu’jam al-Kabir: VII/251; Ibn Hajar, Fathul Bariy: XVIII/324)

قال الخطابيّ : النصيحةُ كلمةٌ يُعبر بها عن جملة هي إرادةُ الخيرِ للمنصوح له (بشكل عام النصيحة اي الدعوة)، قال : وأصلُ النصح في اللغة الخُلوص ، يقال : نصحتُ العسل : إذا خلصتَه من الشمع
Al-Khattabi berkata: Nasihat adalah perkataan yang disampaikan, dengan menghendaki kebaikan bagi orang yang dinasihati (maka secara umum nasihat itu Dakwah), beliau menambahkan, nasihat secara bahasa adalah bersih, karena itu orang Arab sering berkata nashahtu al-‘asal artinya jika anda telah membersihkan/memurnikan madu dari lilin tawon lebah. (Ibnu Rajab, Jami al-Ulum wa al-Hikam: IX/7)

3.Dakwah adalah ibadah yg paling dicintai Allah, maka pengemban dakwah termasuk salah satu dari hamba yang dinaungi Allah, ketika yang ada hanya naungan-Nya.

Rasulullah saw. bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِى الْمَسَاجِدِ وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِى اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّى أَخَافُ اللَّهَ. وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah, pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya. Yaitu; Seorang Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu ia menolak seraya berkata, ‘Aku takut kepada Allah.’ Dan seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya. Dan yang terakhir adalah seorang yang menetes air matanya saat berdzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam kesunyian. (HR. Muslim, No. 1712)
قال القاضي : …والمراد هنا ظلّ العرش… قوله صلى الله عليه وسلم :(وَشَابّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّه):… نَشَأَ متلبسا للعبادة أو مصاحبا لها أو ملتصقا بها
Al-Qadhi berkata: …Naungan yang dimaksud adalah naungan ‘Arsy… Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, adalah pemuda yang tumbuh dalam kondisi sangat dekat, bersahabat atau melekat dengan Ibadah [pemuda disini termasuk pengemban dakwah, karena pengemban dakwah senantiasa bergelut dengan dakwah, dimana dakwah itu sendiri adalah ibadah, pent]. (Syarh An-Nawawi ‘ala Muslim: III/481)

4.Pengemban dakwah juga mendapatkan fadhilah ziarah, karena lazimnya dakwah dilakukan dengan ziarah (kunjungan) baik umum maupun khusus

أَنَّ أَبَا بَكْرِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُكْثِرُ زِيَارَةَ الأَنْصَارِ خَاصَّةً وَعَامَّةً فَكَانَ إِذَا زَارَ خَاصَّةً أَتَى الرَّجُلَ فِى مَنْزِلِهِ وَإِذَا زَارَ عَامَّةً أَتَى الْمَسْجِدَ
Abu Bakr bin Qais telah menceritakan (kepada salah seorang laki-laki Anshar), bahwa bapaknya telah menceritakan kepadanya: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengunjungi sahabat Anshar secara khusus ataupun umum. Dan jika beliau mengunjungi mereka secara khusus, maka beliau mendatangi rumah mereka. Dan jika beliau ingin mengunjungi mereka secara umum, maka beliau mendatangi masjid. (HR. Ahmad: IV/398)

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِماً إِلاَّ ابْتَعَثَ اللَّهُ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ أَىَّ سَاعَةٍ مِنَ النَّهَارِ كَانَتْ حَتَّى يُمْسِىَ وَأَىَّ سَاعَةٍ مِنَ اللَّيْلِ كَانَتْ حَتَّى يُصْبِح
Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya, kecuali Allah akan mengirimkan tujuh puluh ribu Malaikat, yang mendoakan dia (orang muslim tersebut) pada waktu kapan saja di siang itu sampai sorenya dan waktu kapan saja di malam itu sampai pagi. (HR. Ahmad: I/118)

Wallahul Musta’an wa Huwa Waliyyut Taufik

Jakarta.Salah satu alasan DPR mengusulkan dibuatnya UU Intelijen adalah karena Indonesia menjadai sasaran empuk intelijen asing. Namun alih-alih membuat pasal-pasal yang membentengi negara dari serbuan intelijin asing, draf yang diajukan pemerintah malah berpotensi memusuhi perjuangan penegakkan syariah Islam. Benang merah tersebut ditemukan saat sejumlah ormas Islam melakukan audiensi dengan Fraksi Partai Amanat Nasional, Rabu (18/5) sore di ruang pertemuan F PAN DPR RI, Senayan Jakarta.

Anggota Komisi I dari F PAN Muhammad Najib mengatakan titik tekan RUU ini memang untuk menangkal terorisme kemudian diperluas ke masalah disintegrasi.  “Indonesia ini menjadi sasaran empuk intelijen asing,” ujar Mummad Najib dari F PAN.

Menurutnya itulah salah satu alasan DPR mengusulkan dibuatnya UU Intelijen kali ini. Menurutnya, satu-satunya tugas kedutaan yang tidak disampaikan secara terbuka adalah melakukan aktivitas intelijen di antaranya adalah aktivis yang berupaya melakukan ketidakstabilan negeri ini karena tidak ingin negara yang mayoritas perpenduduk Islam ini bersatu dan kuat.

Ormas Islam pun sepakat kalau memang dibuatnya UU Intelijen itu untuk membendung intelijen asing. Karena asing, dalam hal ini negara non Muslim yang memerangi Islam, memang musuh.

“Kalau PAN mengatakan untuk membendung intelijen asing dan disintegrasi kami setuju, tapi mengapa dalam RUU ini tidak nongol (pasal-pasal yang membendung intelijen asing, red), di dalam diskusi juga tidak nongol?” tanya Ketua Lajnah Faaliyah DPP HTI Muhammad Rahmat Kurnia.

Justru yang nongol dalam diskusi akademik malah pendeskriditan Islam. Misalnya, seperti yang dinyatakan LSM komprador Setara Institute bahwa intoleransi (yang disebut intoleransi di sini di antaranya tidak setuju anggota keluarganya menikah dengan non Muslim, tidak setuju dibangun gereja di lingkungannya), melahirkan radikalisasi, dan radikal merupakan satu langkah lagi menuju terorisme.

“Dari radikalisme ternyata ujung-ujungnya  ke Islam. di ruang Komisi 1 DPR RI memang tidak terlihat, tetapi kami yang di lapangan melihat, bahkan bertarung!” ujar Rahmat. Rahmat pun mengingatkan intelijen asing beroperasi tidak hanya melalui atase militernya tetapi juga melalui LSM asing/komprador dan penelitian asing.

Selain Najib, anggota F PAN yang menerima ormas Islam adalah Azwar Abu Bakar yang juga anggota Komisi I. Sedangkan di pihak ormas Islam, selain HTI, hadir pula utusan dari Syarikat Islam; Al Ittihad; DDII; GPMI; KAHMI; Al Irsyad Al Islamiyah; dan Mahad Daarul Muwahhid.[]joko prasetyo/mediaumat.com

Tanggal 15/5/2011, hari peringatan pendudukan Palestina, berjalan begitu panjang di atas bumi yang penuh berkah dan sekitarnya. Entitas Yahudi menjadikan tentaranya menguasai orang-orang tak bersenjata di Palestina, Lebanon, dataran tinggi Golan … dalam rangka mengosongkan senjata yang ada di saku mereka. Akibatnya puluhan orang tewas dan ratusan terluka. Asap bom dan artileri memenuhi atmosfer. Tanah yang pun suci diwarnai dengan darah …

Meski semua ini dan itu terjadi, desing peluru, deru pesawat, ledakan bom, dan artileri serta asap yang membubung … semua itu belum cukup untuk membangunkan para penguasa di sekitar Palestina dari kelalaiannya, sehingga mereka tidak menjadikan rakyatnya sendiri sebagai musuh. Sebaliknya mereka manjadikan orang-orang jahat yang merampas Palestina dan sekitarnya, dan menyebarluaskan kerusakan dan perusakan di sana … sebagai musuh. Pembantaian itu belum cukup untuk mengembalikan para penguasa kepada akal sehatnya dan mengarahkan pandangan mereka kepada musuh. Mereka sibuk dalam membunuhi rakyatnya dikarenakan protes rakyat terhadap kezaliman dan kediktatorannya. Para penguasa itu menggerakkan tank dan pasukan khusus untuk menghadapi rakyat dan menjaga republik mereka … Maka, kota dan kampung pun berubah menjadi medan perang dan bukannya perbatasan tanah yang diduduki di Palestina, Lebanon, dan dataran tinggi Golan!

Wahai Kaum Muslim, Wahai Manusia: para penguasa terus berupaya menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka… Mereka mengatakan bahwa mereka adalah musuh zionis dan imperialis, tetapi mereka menyiksa dan berbuat zalim. Sementara masyarakat diam terhadap mereka dengan alasan mereka berada dalam keadaan perang dengan entitas Yahudi dan bahwa mereka ingin membebaskan Palestina dari laut hingga sungai. Kemudian akhirnya mereka menelantarkan laut dan sungai serta daerah yang ada di antara keduanya untuk kekuasaan Yahudi … Mereka mengakui entitas Yahudi di atas tanah Palestina yang diduduki Yahudi pada tahun 48. Mereka bertemu, bernegosiasi agar musuh (Yahudi) mau memberikan tanah Palestina, yang didudukinya tahun 67 atau tanah yang didudukinya di sekitar Palestina, kepada mereka meskipun itu tanpa kedaulatan atau kekuasaan penuh! Dalam hal ini sama saja antara mereka yang melakukan rekonsiliasi terang-terangan dengan Yahudi secara rendah dan hina, dengan mereka yang secara faktual melakukan rekonsiliasi namun secara palsu dan bohong. Mereka disebut sebagai orang-orang yang menentang Yahudi. Kepalsuan dan kebohongan itu sampai pada derajat di mana perbatasan para penentang itu dengan entitas Yahudi di dataran tinggi Golan tampak jauh lebih aman. Bahkan salah seorang dari mereka mengatakan adanya keterkaitan antara kestabilan Suriah dengan kestabilan negara Yahudi!

Kondisi para penguasa itu sampai pada batas di mana mereka tidak melindungi punggung orang-orang tak bersenjata yang merayap untuk tinggal di tanah penuh berkah yang diduduki. Mereka dihalangi oleh para penguasa Arab sebelum dihalangi oleh penguasa Yahudi! Para penguasa Arab justru sibuk menggerakkan pasukannya untuk membunuhi masyarakat. Mereka justru mengosongkan perbatasan dengan Yahudi. Seandainya tidak demikian, niscaya orang-orang menemukan kesempatan yang aman untuk merayap ke arah tanah penuh berkah yang diduduki … Siapa yang akan percaya bahwa umat manusia bisa sampai ke dataran tinggi Golan sementara aparat rezim Suriah dan para begundalnya ada di dekat perbatasan?!

Wahai Kaum Muslim, Wahai Manusia: kelangsungan eksistensi negara Yahudi pencaplok tanah Palestina, tanah yang penuh berkah, bukanlah karena kekuatan negara itu. Akan tetapi karena pengkhianatan para penguasa dan kolusi mereka dengan negara-negara kafir imperialis yang mendirikan negara Yahudi itu. Siapa yang menyaksikan apa yang terjadi di dataran tinggi Golan, Maroun al-Ras, perbatasan Qalandiya, dan berbagai penjuru Beit Hanoun; dan merenungkan kebingungan yang terjadi pada diri pemimpin musuh terhadap orang-orang tak bersenjata, dan itu merupakan kebingungan yang tidak hanya meliputi negara Yahudi dari bawahnya saja tetapi juga hingga dari atasnya, di mana perdana menterinya menyatakan bahwa apa yang terjadi mengancam eksistensi negara Yahudi. Siapa yang merenungkan hal itu niscaya ia memahami bahwa entitas Yahudi ini adalah entitas yang rapuh, pilar-pilarnya bengkok, hampir runtuh. Perdana menteri mereka khawatir terhadap eksistensi entitasnya akibat gerakan merayap orang-orang tak bersenjata! Lalu bagaimana seandainya di depan orang-orang yang bergerak merayap itu ada gerakan merayap pasukan yang membersihkan bumi dari najis Yahudi, sehingga orang-orang yang bergerak merayap untuk tanah yang penuh berkah dan sekitarnya itu menjadi mulia dan bergembira karena petolongan Allah? Bagaimana seandainya hal itu terjadi dan memang itulah yang wajib secara syar’i? Bahkan seandainya lebih kecil dari itu, di mana di sana ada pasukan yang melindungi punggung orang-orang tak bersenjata yang merayap, sehingga jika musuh menembakkan senjatanya maka pasukan itu membalas dengan menembakkan senjata-senjatanya juga? Apakah ketika itu musuh akan berani lancang terhadap seseorang dari orang-orang yang merayap itu sehingga bisa mendapatkan darahnya tanpa harga yang bisa membuat musuh melupakan bisikan-bisikan setan?

Wahai Kaum Muslim, Wahai Para Tentara yang Mengitari Entitas Yahudi:

Bagaimana darah di nadi Anda tidak mendidih sementara Anda menyaksikan saudara-saudara Anda, darah mereka ditumpahkan, sementara Anda tidak menolong mereka? Bagaimana Anda diam saja terhadap para penguasa Anda padahal mereka tidak memobilisasi Anda untuk memerangi musuh Anda yang membunuh saudara-saudara Anda dan merampas negeri Anda? Bagaimana Anda duduk saja dan tidak memerangi musuh Anda, sementara pada waktu yang sama Anda memerangi rakyat Anda? Tidak adakah di antara Anda orang yang cerdas sehingga menghentikan para penguasa yang menjual negeri dan penduduknya, serta memberi kemungkinan untuk kaum kafir imperialis dan Yahudi agar memiliki kedaulatan dan kekuasaan terhadap Anda di Palestina dan di sekitar Palestina?

Tidakkan ayat Allah SWT membuat Anda bergetar:

وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لاَ تُنصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS Hud [11]: 113)

Tidakkah Anda merenungkan hadits-hadits Rasulullah saw :

« إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوْا عَلَى يَدَيْهِ يُوْشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللهُ مِنْهُ بِعِقَابٍ »

Sesungguhnya manusia jika mereka melihat orang zalim dan mereka tidak menindaknya, hampir-hampir Allah akan menimpakan azab dari sisinya secara umum (HR Ahmad dan Abu Dawud dari Abu Bakar ash-Shiddiq ra)

Wahai Para Penguasa di negeri-negeri kaum muslim: orang yang berakal adalah orang yang mengambil pelajaran dari orang lain. Berbagai kejadian sekarang ini merupakan pelajaran bagi Anda seandainya Anda berpikir. Orang yang lebih keras kekejamannya dari Anda dan lebih banyak kekuatannya, mereka telah lenyap, terhina, dan rendah. Kekuasaan mereka tidak bermanfaat bagi mereka. Kroni mereka pun tidak berdiri bersama mereka. Hingga tuan mereka kaum penjajah justru telah melemparkan mereka ke tengah jalan …

Sesungguhnya Hizbut Tahrir memberi nasihat kepada Anda meskipun jika Anda tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat …

Sesungguhnya Anda telah berbuat jahat terhadap agama, umat, dan negeri Anda, bahkan terhadap diri Anda sendiri:

Kejahatan terhadap agama Anda: Anda telah menjadikan Islam berada di belakang punggung Anda. Anda telah memerangi Khilafah dan para pejuangnya. Anda lebih memilih berhakim kepada thaghut, padahal Anda telah diperintahkan untuk mengingkarinya…

Kejahatan terhadap umat Anda: karena Anda lebih loyal kepada musuh umat, kaum kafir penjajah dan Yahudi. Anda telah menzalimi umat. Dan Anda telah menjadi diktator menyerang umat …

Kejahatan terhadap negeri Anda: Anda telah menelantarkan Palestina dan sekitar Palestina, Kashmir, Siprus, Timor Timur, Sudan Selatan, dan banyak lainnya …

Kejahatan terhadap diri Anda sendiri: Anda telah menjerumuskan diri Anda sendiri ke dalam kehinaan dan kerendahan di dunia dan azab yang pedih di akhirat pada hari di mana orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.

Jika Anda masih memiliki sisa kesadaran, maka mundurlah sebelum dimundurkan dan Anda menjadi obyek hukuman dari Khilafah pada saat berdirinya, dengan izin Allah, dan sungguh pasti tidak bisa dielakkan ketika datang.

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ ﴿٤٢﴾ مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ ﴿٤٣﴾

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (QS Ibrahim [14]: 42-43)

13 Jumadul Akhir 1432 H

16 Mei 2011

Hizbut Tahrir

Para pemimpin Barat mungkin bisa bernafas lebih lega. Osama bin Laden dinyatakan tewas dalam sebuah operasi yang dilakukan pasukan Navy Seal Amerika Serikat di pinggiran kota Abbottabad, barat laut ibu kota Pakistan, Islamabad, Senin tengah malam (2/5/2011).

Meski sebagian pihak meragukan kematian Osama dalam operasi itu. Karena AS kerap berdusta kepada publik dunia atas keberhasilannya mengeksekusi Osama. Seperti pengakuan Paul Craig Roberts, mantan deputi menteri keuangan AS dalam wawancaranya dengan Press TV, berdasarkan laporan Dinas Intelijen AS, Osama Bin Ladin telah tewas pada 2001 lalu dan ini adalah kedua kalinya militer Amerika membunuh Osama (lihat, Republika.co.id, 10/5).

Beberapa jam setelah keberhasilan operasi tersebut, Presiden Obama berpidato mengumumkan kematian Osama. Obama menyatakan bahwa operasi penyerbuan itu dalam rangka “melindungi bangsa kita dan untuk membawa pihak-pihak yang bertanggungjawab atas serangan biadab ini pada sebuah keadilan.” Obama juga menyatakan, “Malam ini, kita dapat berkata kepada keluarga-keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai karena teror al Qaeda: Keadilan telah ditegakkan.”

AS memperlakukan jasad Osama dengan keji dan tidak sesuai syariat Islam. Jenazah Osama dijatuhkan ke laut Arab dari dek sebuah kapal induk Amerika Serikat.

Perlakuan yang bertentangan dengan syariat Islam dan nilai-nilai kemanusiaan itu jelas menyulut protes. Dr Ahmaed El-Tayeb, Sheikh Al Azhar Mesir, mengecam pelemparan jenazah Osama bin Laden ke laut itu. Seorang pengacara muslim terkenal di Mesir, Montasser al-Zayat, juga mengecamnya seraya bertanya, “Tidakkah cukup bahwa mereka telah membunuhnya dan memamerkan kegembiraan mereka kepada dunia?” (lihat, Kompas, 3/5).

Teror Amerika: Teror Hakiki dan Ancaman Terbesar Dunia

Banyak masyarakat dunia dipaksa untuk percaya bahwa Osama bin Laden dan jaringan al-Qaedanya bertanggung jawab atas tewasnya 3000 orang di gedung WTC -Meski hingga kini kebenarannya masih diragukan banyak pihak, karena sejumlah kejanggalan yang ada-. Tidak cukup di situ, Obama dalam pidatonya tanggal 3 Mei lalu juga menyatakan bahwa jaringan al-Qaeda pimpinan Osama juga telah membunuhi muslim secara massal.

Dunia, termasuk kaum muslimin, terus diberondong dengan kampanye kebohongan yang semestinya membuat muak siapa saja yang mengetahui kebenaran. Ketika di awal jabatannya Obama menyatakan akan bersahabat dengan dunia Islam, ia justru mengirimkan 17.000 dari rencana 21.000 pasukan tambahan ke Afghanistan pada tahun 2009.

Pasukan AS dan sekutunya bertindak seolah di wilayah mereka sendiri, membunuhi warga sipil dan muslim yang tak berdaya, termasuk anak-anak, wanita dan orang tua di negeri muslim. Pada bulan Mei 2009 misalnya, dengan dingin pasukan NATO membunuh seorang bocah perempuan berusia 12 tahun, melukai seorang wanita dan seorang pria yang tengah berangkat menuju pesta pernikahan di Afghanistan Barat (Republika, 5/5/2009).

Di tahun 2008 saja sebanyak 2.100 orang rakyat sipil telah jadi korban. Di tahun 2009 jumlah korban perang Afghanistan meningkat hingga 40 persen. Dalam sebuah serangan pasukan NATO misalnya, tidak kurang 100 warga sipil menjadi korban (eramuslim, 6/5/2009). Menurut hitungan AFP berdasar hitungan resmi dan sebuah laman Internet independen, lebih dari 10.000 orang, sekitar seperlimanya warga sipil, telah tewas akibat kekerasan di Afghanistan tahun 2010 (investor.co.id, 3/1/2011).

Sementara di Irak, kantor berita Al Jazeera, mencatat sekitar 680 warga sipil di Irak, termasuk perempuan hamil dan penderita gangguan mental, tewas terbunuh hanya karena melintas terlalu dekat dengan pos-pos pemeriksaan militer di jalanan yang dijaga pasukan AS dan sekutunya (Kompas, 25/10/2010).

Lembaga independen Iraq Body Count (IBC) yang bermarkas di Inggris mencatat jumlah korban sipil akibat kekerasan di Irak mencapai 100.709 – 110.006 orang. Analisis penuh atas data wikileaks masih bisa menambah angka 15.000 lagi (www.iraqbodycount.org, diakses pada 10/5).

Kalau Osama ‘patut’ dihabisi karena bertanggung jawab atas kematian 3000 orang di AS, yang sampai saat ini pun belum bisa dibuktikan kebenarannya, lalu bagaimana dengan pemerintah AS dan sekutunya yang telah membunuhi puluhan ribuan orang tak berdosa di Irak, Afghanistan dan Pakistan?

Disamping itu, kekejaman pasukan AS dan sekutunya di Irak seharusnya membuat Obama malu mengucapkan kata ‘keadilan’. Sungguh Obama tidak memiliki kredibilitas untuk berbicara tentang keadilan. Pertanyaan yang seharusnya terlontar adalah: kapan kepada keluarga puluhan ribu korban invasi AS dan sekutunya bisa dikatakan “hari ini keadilan telah ditegakkan“?

Kata ‘keadilan’ yang dilontarkan Obama pun di mata para pakar hukum internasional juga dianggap retorika kosong. Bila memang Osama bersalah bukankah seharusnya ada pengadilan yang membuktikannya?

Mantan Kanselir Jerman Helmut Schmidt menyatakan bahwa tindakan AS sudah merupakan kriminalitas tingkat internasional dan pelanggaran hukum internasional. Hal senada dilontarkan Ehrhart Koerting, Menteri Dalam Negeri di Berlin.

Menurut pakar hukum internasional Gert-Jan Knoops yang tinggal di Belanda, Osama seharusnya ditangkap dan diekstradisi ke Amerika. Sementara menurut Reed Brody, penasihat di Human Rights Watch, AS tak berhak melanggar protokol HAM atau hukum internasional meski dengan tujuan untuk membuat dunia lebih aman. (lihat, detiknews.com, 4/5/2011)

Tapi Amerika Serikat tidak akan pernah mempedulikan kecaman atas tindakan brutal mereka. Karena mereka sudah menjadikan diri mereka sendiri sebagai hukum, hakim sekaligus eksekutornya. AS yang menentukan siapa teroris dan bagaimana cara menghukumnya. Bukan pengadilan internasional apalagi suara dunia Islam.

AS telah menghabiskan dana US $ 1.3 triliun, menangkap dan menyiksa ratusan orang tanpa pengadilan, dan membunuhi ribuan warga sipil, membuat ketidakstabilan di berbagai wilayah di dunia, dan mendorong sektarianisme yang semuanya dilakukan dengan alasan untuk memberangus al Qaeda dan Osama. Mereka juga tidak takut untuk mengeluarkan uang lebih banyak lagi dan membunuh lebih banyak lagi untuk menunjukkan kepongahan mereka. Pasca kematian Osama, AS akan terus melanjutkan operasi militer brutal degan dalih war on terror. Maka AS sendirilah yang sebenarnya melakukan aksi teror dengan mengatasnamakan demokrasi dan perang melawan terorisme. Amerika The Real Terroris!

Amerika Serikat Musuh dan Ancaman Sejati Dunia, Lawan!

Kaum muslimin tidak boleh tertipu oleh omong kosong perang melawan terorisme dan penegakkan keadilan yang dilontarkan AS dan pemimpinnya Barack ‘pembual’ Obama. Baginya, sebenarnya yang paling penting bukanlah keadilan bagi rakyat AS apalagi kedamaian dunia. Obama hanya mementingkan popularitasnya yang terus merosot karena ketidakbecusannya mengurus negerinya. Terbukti dukungan terhadapnya naik menjadi 53 persen setelah berita kematian Osama. Ia berkepentingan agar kembali bisa terpilih menjadi presiden di periode berikutnya. Maka ia tak peduli berapapun biaya yang dikeluarkan dan berapa ribu muslim yang akan terbunuh.

Penjajahan dan kezaliman AS dan sekutunya itu harus dienyahkan, baik Osama ada ataupun tidak. Untuk itu kaum muslim tidak bisa mengandalkan dan berharap pada pemimpin mereka saat ini. Sebab sebagian pemimpin mereka justru berkolusi dengan musuh dan berkhianat dengan membuka jalan bagi kaum kuffar untuk membunuh kaum muslim rakyat mereka sendiri. Bagaimana bisa mereka mengaku mengurusi umat sementara mereka sendiri bersekutu dengan para penjajah? Sementara pemimpin yang lainnya lebih memilih menyanjung para penjajah dan bersembunyi di balik ketiaknya. Mereka lupa, suatu hari mereka pasti akan menyesalinya dan ingin melarikan diri dari persekongkolan itu sejauh-jauhnya. Diakhirat mereka akan tertimpa azab yang pedih.

وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ ﴿١٦٥﴾ إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ ﴿١٦٦﴾ وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ ﴿١٦٧﴾

Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.” (QS. al-Baqarah: 165-167)

Wahai kaum muslimin!

Semua itu menunjukkan bahwa umat membutuhkan pemimpin dan sistem yang bisa mengenyahkan penjajahan dan kezaliman AS (Barat) dan melindungi setiap tetes darah umat ini. Yaitu tidak ada yang lain kecuali Khalifah dan sistem Khilafah yang menerapkan syariah islam dan menegakkan kedaulatan syariah. Hanya dengan khilafah kehormatan dan darah umat akan terjaga. Maka wakai kaum muslim! bersegeralah memperjuangkan penerapan syariat dan tegaknya khilafah yang dijanjikan Allah untuk mendapatkan keridhaanNya dan perlindungan dari musuh-musuh Anda. Wallâh a’lam bi ash-shawâb.http://hizbut-tahrir.or.id/2011/05/11/teror-amerika-teror-hakiki-dan-ancaman-terbesar-dunia/

%d blogger menyukai ini: