Pengantar
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Muhammad SAW., penutup para Nabi dan Rasul. Berkat dan rahmat dari Allah SWT. semoga senantasa diberikan kepada para keluarganya yang baik dan yang suci, para sahabatnya yang mulia dan mengikuti, dan siapa saja yang masih mengikuti petunjuknya serta menempuh cara hidupnya hingga hari kiamat. Amma ba’du.
Sudah lebih dari satu abad lamanya, kaum muslimin hidup dalam keadaan yang amat menyedihkan dan menyakitkan. Kaum muslimin mengalami kemunduran demi kemunduran, kehinaan demi kehinaan dan aib yang sangat memalukan, yang seharusnya semua ini tidak menimpa mereka. Realitas yang pahit dan mengerikan ini, tidaklah sulit untuk diketahui dan dirasakan oleh siapapun. Sebab, umat Islam tanpa diragukan lagi telah menjadi jarahan negara-negara kafir, buruan yang jinak dan lemah bagi setiap yang rakus, jalan pintas para spekulan dalam mencari keuntungan, panggung uji coba senjata, pasar bagi barang-barang industri musuh-musuhnya, senantiasa tergantung pada umat-umat yang lain, medan peperangan untuk mengeliminir pergolakan antara negara-negara besar di dunia. Oleh karena itu, umat Islam hidupnya masih di malam yang gelap gulita. Umat Islam, ketika mereka masih meneguk kerugian bencana dan malapetaka, mereka ditimpa lagi musibah yang lain yang lebih besar, yang membuatnya lupa dengan musibah sebelumnya.
Realitas yang paling buruk dan paling berbahaya terhadap kehidupan umat Islam adalah runtuhnya Khilafah secara resmi (3 Maret 1924 M) di tangan orang-orang kafir berkebangsaan Inggris dan Prancis, dan antek-anteknya dari orang-orang Arab dan Turki. Seperti, Syarif Husain dan Attartuk. Kemudian, umat Islam terus-menerus ditimpa musibah, bencana dan malapetaka, sehingga akhirnya musibah menjadi rutinitas harian yang menimpanya. Umat Islam senantiasa hidup dalam keterceraiberaian dan kekacauan, lemah dan terhina. Demikianlah keadaan umat Islam, yang berabad-abad lamanya telah menjadi Negara super power di dunia. Negara-negara di dunia tunduk kepadanya, takut serangan dan kekuasaannya, menuruti seruannya baik senang maupun benci. Namun, umat yang sebelumnya hebat, sekarang telah menjadi kepingan-kepingan kecil yang tercerai- berai, terpisah oleh batas-batas teritorial yang dibuat oleh kaum kafir penjajah, menjadi institusi-institusi boneka, menjadi neger-negeri kecil, lemah dan tidak berdaya, yang jumlahnya lebih dari lima puluh. Selanjutnya, dengan penuh kebohongan dan kedustaan negeri-negeri kecil, lemah dan tidak berdaya itu menyebut dirinya sebuah Negara. Anehnya lagi, mereka menerapkan undang-undang posistif yang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan agama dan akidah umat Islam. Dengan demikian, hakikatnya umat Islam belumlah merdeka sebagaimana yang mereka sangkakan. Sebab, mereka masih terikat dengan penjajah dalam tsaqofah (budaya), ekonomi dan keputusan-keputusan politiknya. Bahkan, sekarang kaum kafir penjajah telah kembali menguasai mereka, khususnya Palestina, Afganistan, Irak dan negeri-negeri Islam lainnya.

Pentingnya Pembahasan
Sungguh, kaum muslimin telah mencoba dan dicobakan pemikiran-pemikiran dan sistem-sistem positif dari Timur maupun Barat, dengan seruan untuk membangkitkan mereka dari kejatuhannya, dan menyatukan kembali mereka yang telah hancur berkeping-keping. Akan tetapi, pemikiran dan sistem impor ini tidak menambah kecuali kehinaan demi kehinaan, dan kelemahan demi kelemahan. Namun, meski kaum muslimin berada dalam kondisi demikian, mereka tidak putus asa, mereka tetap berusaha mencari jalan yang benar agar bisa keluar dari keadaan yang tidak pantas baginya. Akhirnya, jiwa dan hati mereka mulai tertuju kepada Islam. Sebab, Islamlah solusi satu-satunya yang mampu membuang tabir kehinaan dan aib yang sedang menyelimuti mereka. Sehingga, disinilah ide Khilafah mulai mewarnai kehidupan umat Islam. Sebab, umat hampir-hampir tidak menemukan solusi lain atas apa yang menimpa mereka selain Khilafah. Bahkan nama dan sebutan Khilafah telah menjadi seperti permen karet di dalam mulut para pemimpin penjahat kelas dunia dan para pemimpin militer. Seperti Bush, Blair, Putin, Rumsfeld, dan lainnya. Sehingga dalam kesempatan apapun mereka selalu mengingkari ide Khilafah dan senantiasa mengingatkan akan bahayanya jika Khilafah kembali berdir.
Inilah faktor utama yang mendorong saya untuk menulis tentang gerakan Islam yang berusaha mengembalikan kehidupan yang islami, dan menegakkan kembali Khilafah di atas metode kenabian. Ternyata, saya tidak menemukan gerakan lain selain Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir adalah sebuah partai yang secara serius beraktifitas untuk tujuan yang tinggi ini, dan yang jelas ide dan metodenya dalam merealisasikan tujuan ini. Sehingga, dalam hal ini, tidaklah aneh jika pada awal dekade lima puluhan abad yang lalu kami mengetahui bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi politik yang menghidupkan kembali ide Khilafah, dimana sebelumnya ide Khilafah ini hilang dan dilupakan oleh banyak orang, termasuk di dalamnya umat Islam sendiri.

Kajian-Kajian Sebelumnya
Beberapa penulis telah melakukan kajian dan penelitian terhadap Hizbut Tahrir, baik yang secara langsung mengkaji Hizbut Tahrir, atau kajiannya disela-sela kajian mereka terhadap kepribadian pendirinya, Asy-Syekh Taqiyuddin an-Nabhaniy. Dan setahu saya, di antara mereka yang pertama menulis tentang Hizbut Tahrir adalah Ghozi At-Taubah dalam bukunya al-Fikru al-Islamiy al-Mu’ashir (dirasah wa taqwim), yang diterbitkan tahun 1969 M.. Kemudian diikuti banyak penulis lainnya, seperti Shodiq Amin dalam bukunya ad-Dakwah al-Islamiyah (faridhoh syar’iyah wa dhoruroh basyariyah), tahun 1978 M., Mahmud Salim Ubaidat dalam bukunya Atsar al-Jama’at al-Islamiyah al-Maidaniy khilala al-Qarni al-‘Isyrin, dan juga Husin Muhsin Jabir dalam Tesis untuk meraih gelar master dengan judul ath-Thariq ila Jama’ati al-Muslimin, diterbitkan oleh an-Nadwah al-‘Alamiyah li asy-Syabab al-Islamiyah, dan sebuah buku dengan judul al-Mausu’ah al-Muyassaroh fi al-Adyan wa al-Madahib al-Mu’ashiroh.
Dan pada dekade sembilan puluhan banyak bermunculan karya tulis tentang Hizbut Tahrir, di antaranya: Hizbut Tahrir al-Islamiy (‘urdhun tarikhiyun – wa dirasatun ammatun), karya Auni Juduk al-Abidiy; al-Jama’at al-Islamiyah fi Dhou’i al-Kitab wa as-Sunnah, karya Salim al-Hilaliy; dan Hizbut Tahrir (munaqosyah ‘ilmiyah li ahammi mabadi’i al-hizbi), karya Abdurrahman Muhammad Said. Hanya saja sebagian besar para penulis tidak secara khusus mengkaji tentang Hizbut Tahrir. Mereka menjadikan Hizbut Tahrir sebagai sebuah obyek kajian di antara obyek-obyek kajian yang lain. Sedang yang secara khusus mengkaji Hizbut Tahrir hanyalah buku Hizbut Tahrir al-Islamiy, dan Hizbut Tahrir (munaqosyah ‘ilmiyah li ahammi mabadi’i al-hizbi).
Sayangnya, kebanyakan para penulis itu tidak jarang melakukan celaan dan kritikan yang jauh dari kebenaran. Di antara mereka bersandar pada sebagian yang lain dalam melakukan kutipan yang salah, yang menciptakan gambaran yang hitam, yang jauh dari kebenaran tentang Hizbut Tahrir. Namun, tidak semuanya seperti itu, Auni Juduk, misalnya, berusaha tidak melakukan seperti apa yang dilakukan para penulis lainnya. Hanya saja, kajiannya tentang Hizbut Tahrir hanya terbatas pada aspek sejarah munculnya dan berdirinya saja, dan mengabaikan aspek penyebarannya di negeri-negeri Islam dan di negeri-negeri non Islam. Sementara, kajiannya terhadap tsaqofah Hizbut Tahrir dan metodenya dalam mendirikan Negara Khilafah masih dangkal. Namun, tidak dinafikan bahwa hasil kajiannya terhadap Hizbut Tahrir banyak bermanfaat bagi saya, sebab di dalamnya terdapat pengantar dan komentar dari Asy-Syekh DR. Abdul Aziz al-Khayyath dan lainnya. Sebab darinya, sudah tercukupi terhadap kajian beberapa aspek, khususnya aspek yang terkait dengan biografi Asy-Syeikh Taqiyudin an-Nabhaniy (pendiri Hizbut Tahrir) dan aspek yang terkait dengan sejarah lahirnya Hizbut Tahrir, serta hubungannya dengan partai-partai lainnya.

Kesulitan-Kesulitannya

Dalam melakukan penelitian ini tidak selamanya berjalan mulus. Namun, di sana banyak ditemukan kesulitan-kesulitan, di antara kesulitan yang paling nampak dan terasa adalah:
Pertama, dalam memberikan catatan sejarah yang terpercaya tentang Hizbut Tahrir, khususnya aspek lahirnya dan berdirinya. Sehingga untuk bisa menyelesaikan persoalan ini saya harus menghabiskan waktu yang lama, hingga memungkinkan bagi saya mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi yang diperlukannya. Sedang, penopang utama dalam menyelesaikan persoalan ini adalah saya melakukan wawancara tokoh dengan para anggota Hizbut Tahrir terdahulu dan yang sekarang tentang Hizbut Tahrir, khususnya yang terkait dengan sejarah lahirnya Hizbut Tahrir dan kegiatannya di Irak.
Kedua, kecenderungan saya utnuk mengkaji aspek tertentu dari tsaqofah Hizbut Tahrir dan metodenya dalam mendirikan Negara Khilafah. Namun kesulitannya, karena tidak seorang pun di antara para penulis yang mengkaji tsaqofah Hizbut Tahrir dan metodenya dalam mendirikan Negara Khilafah. Bahkan, kebanyakan mereka yang mengkaji tidak memberikan gambaran yang benar dan adil (obyektif) tentang Hizbut Tahrir. Dan inilah yang mendorong saya menjadikan tsaqofah Hizbut Tahrir dan metodenya sebagai obyek kajian. Sebab hubungan yang ada antara unit-unit tsaqofah Hizbut Tahrir dan metodenya itu menjadikan kajian apapun darinya harus dengan bentuk yang terpisah dari yang lain, dengan kajian dan tujuan yang berbeda. Karena itu, di dalamnya terdapat kajian yang memerlukan ulasan secara panjang lebar. Akan tetapi, berkat karunia Allah SWT., serta arahan dan bimbingan yang sangat berharga dari Profesor yang mulia, akhirnya kesulitan demi kesulitan ini terselesaikan juga. Selanjutnya, kajian tinggal terfokus pada metodologi umum Hizbut Tahrir tentang tsaqofah dan metodenya dalam mendirikan Negara Khilafah Islamiyah, serta beberapa contoh yang sifatnya menjelaskan.

Metodologi

Sedang metodologi yang digunakan dalam kajian ini adalah memulai kajian dengan memberikan gambaran umum tentang Hizbut Tahrir: sebab-sebab berdirinya, idenya, tujuannya, aktivitasnya, keanggotaannya, struktur administratifnya dan sumber-sumber pendanaannya. Selanjutnya, mengkaji tentang empat tokoh sentral Hizbut Tahrir: Asy-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhaniy (pendiri Hizbut Tahrir), Asy-Syeikh Ahmad ad-Da’ur, dan Asy-Syeikh Abdul Qadim Zallum, yang menggantikan Asy-Syeikh Taqiyuddin dalam memimpin Hizbut Tahrir, lalu Asy-Syeikh ‘Atho’ Kholil pemimpin Hizbut Tahrir yang sekarang.
Setelah itu, segera menjelaskan tentang tahapan-tahapan terbentuknya Hizbut Tahrir: lahirnya, berdirinya, hubungannya dengan partai-partai yang lain serta sikapnya terhadap mereka, penyebarannya, kelesuan yang proporsional yang menyelimuti Hizbut Tahrir pada dekade delapan puluhan, dan kegiatannya hingga tahun 1990 M.. Lalu, diikuti dengan kegiatan-kegiatan Hizbut Tahrir setelah tahun 1990 M hingga tahun 2006 M.. Dan secara khusus saya lebih menekankan pada kegiatan Hizbut Tahrir di Irak, sebab Irak negeri tempat saya berada. Kemudian, saya mengkaji tsaqofah Hizbut Tahrir dalam beberapa aspeknya: pandangnnya terhadap manusia, naluri-nalurinya dan kebutuhan-kebutuhan jasmaninya, serta makna akal dan bagaimana menghasilkan aktifitas berfikir. Begitu juga persoalan akidah dan dalil-dalilnya, sikapnya terhadap hadits ahad, dan masalah pengkafiran. Kemudian, menjelaskan sikap Hizbut Tahrir terhadap beberapa pemikiran dan konsep, seperti Komunisme, Kapitalisme, Demokrasi dan Kebebasan, konsep al-hadhoroh (peradapan) dan al-madaniyah (ilmu pengetahun dan teknologi), utamanya tsaqofah Hizbut Tahrir di bidang fiqih dan ushulnya, serta bidang politik. Selanjutnya, saya menjelaskan dasar-dasar terpenting yang dibuat Hizbut Tahrir tentang sistem Negara Khilafah: sistem pemerintahan, sistem pergaulan laki-laki dan perempuan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem persanksian, sistem politik dalam dan luar negeri. Dalam hal ini saya lebih terpusat pada pengangkatan khalifah, sehingga saya mengkajinya dengan terperinci dan detail mengingat pentingnya persoalan ini.
Setelah saya memiliki gambaran yang jelas tentang lahir dan berdirinya HizbutTahrir, penyebarannya, tempat-tempat pengaruhnya, tsaqofahnya, sistem negara dalam sistem Khilafah, selanjutnya saya mengkaji metode Hizbut Tahrir dalam mendirikan negara Khilafah Islamiyah, dengan membentuk partai yang akan membangkitkan umat, dan metode syara’ yang akan ditempuhnya untuk merealisasikan tujuan ini.
Berdasarkan apa yang telah disebutkan di atas, saya berusaha mendiskusikan pendapat-pendapat Hizbut Tahrir, dan merujuk pada sumber-sumber lama dan baru, yang di dalamnya terdapat topik-topik yang mengkaji tentang Hizbut Tahrir. Dan saya tidak lupa untuk memberikan kritikan-kritikan terhadap Hizbut Tahrir yang masing-masing ada pada tempatnya. Kemudian kajian ini ditutup dengan ringkasan kajian, dan beberapa kesimpulan, serta saran-saran dari saya.
Berdasarkan metodologi ini, maka planning (rencana) kajian sebagai berikut:
Bab I tentang tahapan-tahapan pembentukan Hizbut Tahrir dan penyebarannya. Bab ini terdiri dari tiga kajian. Pertama, definisi Hizbut Tahrir dan tokoh-tokoh sentralnya, yang meliputi (a) kajian tentang definisi Hizbut Tahrir, (b) kajian tentang tokoh-tokoh sentral Hizbut Tahrir. Kedua, tahapan-tahapan pembentukan Hizbut Tahrir dan penyebarannya, yang meliputi (a) kajian tentang lahirnya Hizbut Tahrir dan berdirinya, (b) kajian tentang penyebaran Hizbut Tahrir dan aktivitas-aktivitasnya hingga tahun 1990 M.. Ketiga, Hizbut Tahrir setelah tahun 1990 M., yang meliputi (a) kajian tentang kembali dan meluasnya aktivitas-aktivitas Hizbut Tahrir, (b) kajian tentang aktivitas-aktivitas Hizbut Tahrir terpenting setelah tahun 2003 M..
Bab II tsaqofah Hizbut Tahrir. Bab ini terdiri dari tiga kajian. Pertama, pemikiran-pemikiran dan konsep-konsep terkait dengan manusia dan akidah, yang meliputi (a) kajian tentang pandangan Hizbut Tahrir terhadap manusia, (b) kajian tentang akidah dalam metode Hizbut Tahrir. Kedua, sikap Hizbut Tahrir tehadap beberapa pemikiran dan konsep, yang meliputi (a) kajian tentang konsep ideologi, (b) kajian tentang hadhoroh (peradaban) dan madaniyah (ilmu pengetahuan dan teknologi), (c) kajian tentang demokrasi, (d) kajian tentang kebebasan umum. Ketiga, aspek-aspek lain tentang tsaqofah Hizbut Tahrir, yang meliputi (a) kajian tentang fiqih dan ushulnya, (b) kajian tentang politik dan pergolakan internasional.
Bab III sistem Negara Khilafah Islamiyah. Bab ini terdiri dari dua kajian. Pertama, sistem pemerintahan dalam Islam, yang meliputi (a) kajian tentang Khilafah adalah sistem pemerintahan dalam Islam, (b) kajian tentang aparatur Negara Khilafah. Kedua, sistem-sistem yang lain dalam negara Khilafah, yang meliputi (a) kajian tentang sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan (an-nidhom al-ijtima’iy), (b) kajian tentang sistem ekonomi, (c) kajian tentang sistem pendidikan, (d) kajian tentang sistem persanksian, (e) kajian tentang politik dalam dan luar negeri.
Bab IV metode Hizbut Tahrir dalam mendirikan Negara Khilafah. Bab ini terdiri dari dua kajian. Pertama, partai yang benar yang akan membangkitkan umat, yang meliputi (a) kajian tentang wajibnya partai mendirikan Khilafah, (b) kajian tentang cara membentuk partai ideologis. Kedua, thoriqoh (metode) Hizbut Tahrir dalam mendirikan Negara Khilafah, yang meliputi (a) kajian tentang tahapan pembinaan, (b) tahapan interaksi, (c) tahapan penyerahan kekuasan dan pendirian negara.
Demikianlah, saya berharap kepada Allah SWT, semoga saya diberi taufik dalam kajianku “Hizbut Tahrir Tsaqofahnya Dan Metodenya Dalam Mendirikan Negara Khilafah Islamiya”, oleh karena dedikasiku terhadap berdirinya negara ini, dimana kabar gembira tentang akan beridirinya kembali negara ini telah disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
….ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
“….. Kemudian akan tegak kembali Khilafah di atas metode kenabian.”
Semoga amalku ini murni, ikhlash, hanya berharap ridho dari Allah SWT. semata. Sebagaimana, saya berharap juga agar tesisku ini mendapatkan persetujuan dan pengakuan dewan komite yang terhormat, yang sedang bersidang untuk menguji topik tesis ini.
Dan sebagai penutup do’a kami innalhamda liialahi rabbil ‘alamin (sesungguhnya segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam).

Download Bukunya: dc225.4shared.com/download/7Ig7JBBP/Tesis_Syabab_Irak_MUHAMMAD_MUH.doc?tsid=20111227-182840-c609ffc4