aksi teatrikal HTI tolak kenaikan BBM did bundaran HI (27/3/2012)

aksi teatrikal HTI tolak kenaikan BBM di bundaran HI (27/3/2012)

Menarik ketika membaca berita di salah satu media online yang memuat pernyataan salah satu politisi dari partai politik yang mendukung kenaikan harga BBM pada 1 April 2012 mendatang. Beliau mengatakan bahwa walau demo terus berlangsung pemerintah terus mendesak DPR untuk menyetujui kenaikan harga BBM yang diajukan menjadi Rp 6.000 per liter untuk Premium dan Solar. Ini berarti bahwa walau didemo, harga BBM tetap naik!

Persoalan akan kenaikan harga BBM ini sebenarnya bukan hal yang baru, wacana pembatasan konsumsi BBM subsidi ini sudah bergulir sejak 2010. Namun, program ini berkali-kali gagal dilaksanakan. Terakhir, pembatasan akan dilaksanakan pada November 2011 kembali diundur hingga April mendatang.

Dan rupanya, tanggal 01 April 2012 merupakan waktu yang sepertinya tidak akan mundur lagi. Pemerintah telah memastikan bahwa harga BBM akan resmi di naikan pada tanggal tersebut. Sekali lagi, meskipun demonstrasi terjadi dimana-mana!

Bagi sebagian orang, mungkin ada yang bersungut “ngapain demo-demo tolak kenaikan harga BBM, toh tetap akan naik juga, memang nya dengan demo bisa mencegah naiknya harga BBM?”

Bagi orang-orang yang sudah pasrah akan fakta yang ada mungkin akan berfikir demikian, namun tidak bagi orang-orang memandang bahwa kenaikan harga BBM tersebut merupakan sebuah kedzaliman yang harus disuarakan secara lantang, agar umat sadar dan kemudian mereka faham akan fakta yang sebenar-benarnya terjadi.

Jika dengan adanya aksi demo penolakan aksi kenaikan (lagi) harga BBM tetap pemerintah naikan, hal tersebut tidaklah membuat aksi yang dilakukan bernilai sia-sia di hadapan Allah swt. karena aksi yang dilakukan tersebut bukan hanya untuk menunjukan kepada umat akan fakta kebohongan, kedzaliman dan pengkhianatan penguasa terhadap rakyat, khususnya kepada mereka-mereka yang telah memilih mereka, dan seluruh rakyat Indonesia umum nya!

Namun aktivitas tersebut adalah aktivitas yang lahir dari keimanan kepada Allah swt dan Rasul Nya, sikap dari sebuah konsekuensi untuk menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan Nya, dan salah satu kewajiban tersebut adalah melakukan aktivitas muhasab lil hukam atau mengoreksi penguasa.

Dimana sikap pengabaian terhadap pelanggaran hukum-hukum syariah Islam tidak boleh di biarkan. Sebuah kewajiban untuk melakukan aktivitas muhasabah lil hukam atau mengoreksi penguasa yang telah berbuat dzalim terhadap rakyatnya.

Dulu ketika PEMILU dan PILPRES para pemimpin negeri ini berjanji akan memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat, namun fakta nya, ketika berkuasa malah membuat kebijakan yang mendzalimi dan membuat rakyat semakin menderita, mana keadilan dan kesejahteraan yang pernah dikoar-koar kan???!

Apakah kekuasaan telah membuat para penguasa di negeri ini menjadi BUTA, TULI, dan BISU sehingga tidak bisa melihat, mendengar terhadap penderitaan dan rakyat yang mengeluh akan kebijakan dzalim! apakah ayat-ayat Allah serta hadist Rasulullah sudah diabaikan!

Padahal Allah swt telah berfirman : ” …..dan mereka memiliki mata tetapi tidak dipergunakanya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” [TQS: Al-Araf : 179)

BBM Naik, Kemiskinan Meningkat!

Dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/9), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan menyampaikan fakta menarik terkait perkembangan angka kemiskinan Indonesia, yakni bertambahnya jumlah penduduk hampir miskin sebanyak 5 juta jiwa pada tahun 2011.

Pertambahan sebesar 5 juta jiwa ini berasal dari 1 juta penduduk miskin yang naik status menjadi hampir miskin dan 4 juta penduduk tidak miskin yang turun status menjadi hampir miskin.

BPS mencatat, selama tiga tahun terkahir, jumlah penduduk hampir miskin terus bertambah secara konsisten. Pada tahun 2009, jumlah penduduk hampir miskin berjumlah 20,66 juta jiwa atau sikitar 8,99 persen dari total penduduk Indonesia. Pada tahun 2010, jumlahnya bertambah menjadi 22,9 juta jiwa atau 9,88 persen dari total penduduk Indonesia. Dan tahun ini, jumlah penduduk hampir miskin telah mencapai 27,12 juta jiwa atau sekitar 10,28 persen dari total populasi.

Data tersebut adalah data rakyat yang hampir miskin, belum data yang memang berbicara tentang masyarakat yang sudah miskin, dengan naik nya harga BBM kelak, dapat dipastikan kemiskinan akan kian meningkat.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo memprediksi kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi akan menyebabkan kenaikan tingkat kemiskinan menjadi 12,8 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dari target pemerintah 10,5 – 11 persen pada 2012.

“Ini karena program kenaikan BBM yang menyebabkan inflasi pada Maret,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di DPR, Jakarta, Senin 12 Maret 2012.

Membuat UU = Merampas Hak Allah swt

Namun pemerintah tetap kekeh terhadap apa yang telah di putuskan, walaupun apa yang di putuskan tersebut melanggar syariat Islam, serta telah berani membuat suatu kebijakan (undang-undang,red)

Sebuah bentuk kekufuran yang luar biasa, sebab telah merampas hak Allah SWT sebagai satu-satunya sumber hukum, digantikan dengan  hawa nafsu manusia yang lemah. Bukankah Allah SWT berfirman bahwa hak membuat hukum adalah milik Allah SWT semata-mata dalam firman-Nya:  inil hukmu illa lillah (QS Yusuf; 40)

Sekaligus menunjukkan kepada kita bobroknya sistem kapitalisme. Sistem berasas liberal, yang menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan demi memuaskan para kapitalis!

Inilah keanehan sekaligus kebodohan manusia. Mengaku beriman kepada Allah SWT tapi  menolak hukum Allah SWT.  Mengaku mencintai Rosullah SAW tapi mengabaikan sunnahnya termasuk syariah Islam.  Mengaku memusuhi syaitan tapi mengikuti aturan syaitan. Mengaku menginginkan surga, tapi malah melanggar hukum Allah yang menghantarkan kepada neraka. Yakin kematian akan datang, yaumul hisab akan dihadapi, tapi justru tidak mempersiapkan diri!Na’udzubillah.

Oleh karena itu, sebagai mukmin, konsekuensi dari keimanan (aqidah) kita kepada Allah swt dan RasulNya menuntun kita untuk melakukan kewajiban sebagai seorang mukmin yakni melakukan aksi muhasabah terhadap para penguasa! Meminta mereka agar kembalilah pada hukum syariah! mengganti sistem kapitalisme sekuler dengan sistem Islam yakni sistem KHILAFAH! termasuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, jika kita hanya berdiam diri karena hanya karena perkataan bahwa “Walau Didemo, BBM Tetap Naik!” maka sama saja kita berdiam diri terhadap kemaksiatan yang sedang terjadi! dan itu bukan ciri seorang mukmin yang sejati!

Maka, kalau mencegah kenaikan harga BBM tidak bisa kita lakukan, apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan pembelaan kita terhadap rakyat yang menderita akibat kedzaliman, pembohongan dan pengkhianatan oleh para penguasa di negeri ini ???!

Belum kah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk menundukkan hati mereka mengingat Allah dan (tunduk) kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya yang telah diturunkan Al Kitab, kemudian berlalu lah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (T.Q.S. al-Hadid : 16)

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai orang-orang yang tidak buta dan tuli ketika mendengar peringatan dan ayat-ayat-Mu. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Adi Victoria, Aktivis Penegak Khilafah

Sumber: eramuslim.com (27/3/2012)

Iklan