Ulama memegang peranan penting dalam penegakkan Syariah dan Khilafah. Untuk menyatukan langkah visi dan misi, maka Selasa malam (25/9/2012), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyelenggarakan Silaturahim Akbar Keluarga Besar HTI di silang Monas, Jakarta dengan tema “Peran Ulama dan Tokoh Umat Dalam Menegakkan Khilafah, Negara Ideal Yang Mensejahterakan”. Acara ini dihadiri lebih dari lima ribu ulama, habaib, ustadz, dan para santri yang berasal dari Jadobetabek hingga Banten dan Purwakarta.

Ketua Lajnah al Khoshoh li Kasbil ‘Ulama DPP HTI, Ustadz Syamsudin Ramadhan, mengatakan acara ini sudah tiga tahun rutin digelar oleh HTI sebagai silaturahim pada para ulama.

“Kita ingin mengokohkan para alim ulama dan habaib terhadap perjuangan menegakkan syariah dan khilafah,” tegasnya kepada Islampos.com di lokasi.

Tidak hanya berlangsung di Jakarta, HTI juga menggelar acara serupa di 43 daerah di Indonesia selama bulan Syawal ini.

“Sebelum di Jakarta, kami mengadakan di Pandeglang dengan dihadiri 7000 assatidz, kyai, dan muhibbin,” jelasnya.

Untuk menyadarkan para ulama pentingnya penegakkan Syariah dan Khilafah tentu tidak mudah. HTI mengatakan punya resep tersendiri.

“Alhamdulillah kita terus menerus melakukan edukasi di tengah masyarakat. Karena salah satu masalah inti kita adalah edukasi yang lemah, khususnya pemahaman Syariah dan khilafah,” tutupnya.

Dalam silaturahim akbar tersebut turut hadir di antaranya, Ustadz Rokhmat S Labib (DPP HTI). Abah Hideung (Pimpinan Ponpes An Nizhamiyah, Cicurug, Sukabumi). KH Shoffar Mawardi (Pengasuh Ma’had Daarul Muwahhid, Jakarta Barat). KH Asmawi Raisan (Pimpinan Perguruan Salafiah Syafi’iah, Cinere Depok. Habib Khalilullah Al Habsyi (Pimpinan Majelis Imdadul Hadadi, Jakarta Timur).

KH Muhyidin (Pimpinan Pondok Pesantren An Nur Pamijahan, Kabupaten Bogor). Habib Zaki bin Yahya Al Haddad (Pimpinan Majelis Dzkir Daarul Hikmah wa Taufiq, Kabupaten Bogor). KH Asyari Jamal (Pimpinan Yayasan Al Ikhwan). KH Marzuki (Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, Bekasi). KH Jauhari (Pimpinan Ponpes Subul El Salam . KH Ahmad Zainuddin (Pondok Pesantren Al Husna Cikampek) dan lain sebagainya. (islampos.com,26/9/2012)

Iklan