Perdebatan tentang apakah surat diplomatik yang berisi pernyataan hangat presiden Mursi untuk Shimos Peres menimbulkan perdebatan hangat di Mesir.

Pejabat Ikhwanul Muslimin meragukan keaslian surat, yang diterbitkan secara eksklusif oleh The Times of Israel, sebagai “buatan Zionis.” Surat yang bertanggal 19 Juli itu diserahkan kepada Peres pada sebuah upacara resmi di kediaman presiden oleh duta besar Mesir untuk Israel, Atef Salem, hari Rabu (17/10).

Ikhwanul Muslimin yang dipimpinan oleh Gamal Heshmat Muhammad mengatakan kepada harian Al-Ahram Rabu malam bahwa surat itu “palsu,” sambil mencatat bahwa “media Zionis telah membocorkan pernyataan-pernyataan tak berdasar oleh Morsi di masa lalu.”

Heshmat bertanya-tanya mengapa juru bicara resmi Morsi itu tidak secara terbuka mengakui keaslian surat itu, dengan menyatakan bahwa jika surat itu benar-benar asli juru bicara kepresidenan tidak akan ragu-ragu untuk melakukannya.“Israel hanya tertarik untuk menodai citra Morsi di hadapan pengikutnya,” kata Heshmat menyimpulkan.

Sementara itu sebagai yang diberitakan situs www.dailystar.com. (18/10/2012) juru bicara Presiden Mesir Muhammad Mursi membenarkan pada hari Kamis (19/10)  keaslian surat kontroversial yang menggambarkan mitra Israelnya sebagai teman baik (great and good friend). Hal itu menurutnya mengikuti protokoler diplomatik.

Surat, yang dikirim sebagai konfirmasi duta besar baru Mesir untuk Tel Aviv bocor ke pers Israel . Surat ini memicu kritik di Mesir terutama di kalangan Islamis pendukung Mursi .yang selam ini menolak menyebutkan Israel dalam pidato-pidatonya.

Diberitakan surat  ini menyebut Shimon Peres sebagai “teman baik dan baik” (great and good friend) . Juru bicara Morsi Yassir Ali menegaskan keaslian surat itu, seperti yang diberitakan surat kabar resmi Mesir Al-Ahram dalam situsnya. Ia menambahkan bahwa hal itu sesuai dengan protokol Departemen Luar Negeri dan “100 persen benar.”

Kantor presiden sebelumnya membantah surat hangat lainnya dari Morsi. Pendukung Ikhwanul Muslimin (IM) selama ini menganggap  Israel musuh regional, meskipun presiden Mursi  sendiri berjanji untuk menghormati perjanjian perdamaian dengan Israel  1979.

http://hizbut-tahrir.or.id