Archive for November, 2012


Pemerintah tak akan merealisasikan wacana satu hari tanpa BBM bersubsidi untuk melakukan penghematan. Pasalnya, besaran angka penghematan tak signifikan, apalagi dikhawatirkan akan ada gejolak di tengah masyarakat akibat tak adanya BBM bersubsidi (Kompas.com, 27/11).

Awalnya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mewacanakan hari Ahad 2 Desember sebagai Hari Tanpa Bensin Bersubsidi. Rencananya, pada hari itu semua SPBU di pulau Jawa Bali dan lima kota besar di luar pulau Jawa Bali yaitu Medan, Batam, Palembang, Balikpapan dan Makasar, tidak melayani penjualan BBM bersubsidi dari pukul 06.00 – 18.00, dan tetap melayani penjualan BBM non subsidi.

Semua itu berawal dari masalah kuota BBM bersubsidi yang diperkirakan akan habis sebelum 31 Desember. Kuota BBM bersubsdi di APBN-P 2012 telah ditambah dari 40 juta kiloliter (APBN 2012) menjadi 44,04 juta kiloliter. Sejak awal, kuota APBN-P itu sudah diprediksi tidak akan cukup. Menurut Pertaminan, idelanya kuota BBM bersubsidi itu sebesar 45,25 juta kiloliter.

Karena itu, Pemerintah menilai perlu dilakukan pengendalian distribusi BBM bersubsidi agar kuota tidak terlampaui. Secara nasional, kuota BBM bersubsidi diperkirakan akan habis tanggal 24 Desember. Untuk mengendalikannya, BPH Migas pada tanggal 7 November mengeluarkan surat edaran tentang pengendalian distribusi sisa kuota BBM bersubsidi 2012. Caranya dengan memotong jatah harian di semua SPBU dan penyalur lain 1-35% sesuai dengan kuota. Strategi ini dijalankan mulai 19 November.

Setelah 2-3 hari pelaksanaannya mulai tampak antrean panjang di sejumlah wilayah dan mengakibatkan kepanikan masyarakat. Penggunaan metode kitir oleh Pertamina itu justru menimbulkan ketegangan karena panjangnya antrian di beberapa SPBU di daerah seperti Batam, Pangkal Pinang, Bangka Belitung dan Kaltim. Bahkan di Barong Tongkok kabupaten Kutai Barat Kaltim, terjadi ketegangan berbuntut kerusuhan pada Sabtu dini hari (24/11) dan Minggu Pagi (25/11). Mess karyawan pom bensin dan sekitar 400 kios pasar ludes terbakar (lihat, Gatra.com, 27/11).

Melihat kejadian itu dan potensi terjadinya kejadian serupa di daerah-daerah lain, Pertamina menghentikan pengendalian BBM bersubsidi dengan strategi pengkitiran itu. Akibat penghentian itu, Pertamina memperkirakan kelebihan kuota BBM bersubsidi bisa mencapai 1,27 juta kiloliter. Menurut Wamen ESDM Rudi Rubiandini, BPH Migas dan Pertamina mengatasinya dengan memberi ide agar penyaluran Premium dicicil sedikit demisedikit. Contohnya dalam sehari ada sekitar tiga jam penjualan Premium ditahan(Republika, 27/11).

Over kuota itu sejak awal sudah diperkirakan oleh banyak pihak. Namun terlihat pengaturan dan pengendaliannya tidak berjalan dan diperparah dengan banyaknya kebocoran. Kaena itu menurut Menkeu, pengendalian BBM bersubsidi dapat dilakukan dengan menutup lubang kebocoran akibat maraknya penyelundupan. Menurutnya, pengandalian harus dilakukan di sektor tambang dan perkebunan. Industri di dua sektor itu banyak menikmati jatah BBM bersubsidi di daerah (lihat, Republika, 27/11).

Masalah kebocoran ini sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Namun seolah pemerintah tak berdaya menindaknya, atau mungkin tak serius. Terkesan semua masalah yang terkait dibiarkan. Agaknya semua itu ditambah dengan berbagai wacana dan propaganda seputar subsidi membahayakan APBN dan tidak tepat sasaran untuk menguatkan situasi dan membentuk opini di masyarakat agar bisa menaikkan harga BBM.

Pangkalnya Liberalisasi Migas

Semua kekisruhan seputar BBM itu berpangkal pada liberalisasi migas yang sudah direncanakan sejak lama. Liberalisasi migas itu sepenuhnya perintah asing yang dipaksakan IMF, dituangkan di dalam Memorandum of Economic and Financial Policies (LoI IMF, Jan. 2000). Juga diperintahkan oleh Bank Dunia dengan menjadikannya syarat pemberian utang seperti tercantum di dalam dokumen Indonesia Country Assistance Strategy (World Bank, 2001). Langkah strategisnya adalah dengan dibuat UU Migas yang mengamanatkan liberaliasasi. Untuk memastikannya, mereka kawal sejak penyusunan rumusan UU. Dokumen program USAID, TITLE AND NUMBER: Energy Sector Governance Strengthened, 497-013 menyebutkan: “Tujuan strategis ini akan menguatkan pengaturan sektor energi untuk membantu membuat sektor energi lebih efisien dan transparan, dengan jalan meminimalkan peran pemerintah sebagai regulator, mengurangi subsidi, mempromosikan keterlibatan sektor swasta…” Juga disebutkan “ADB dan USAID bekerja sama dalam menyusun UU Migas baru pada tahun 2000. Melengkapi upaya USAID itu, Bank Dunia telah melakukan studi komprehensif sektor migas, kebijakan penentuan harga …

Hasilnya, UU Migas No. 22 th. 2001 disahkan, liberalisasi migas menjadi amanatnya baik di sektor hulu maupun hilir. Di sektor hulu hal itu ditegaskan pada Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 dan lainnya. Hasilnya, asing makin menguasai sektor hulu migas, hingga 80%. Pertamina sebagai milik negara dengan UU tersebut dibiarkan berebut bahkan bergelut dengan asing untuk bisa mengelola migas di negerinya sendiri. Ibaratnya, negara sebagai bapak justru mengharuskan Pertamina sebagai anaknya untuk bergelut dengan anak orang asing yang lebih besar, untuk bisa mengelola kekayaan keluarga di pekarangan sendiri.

Belum lama Mahkamah Konstitusi membatalkan Pasal 1 angka 23, Pasal 4 ayat (3), Pasal 41 ayat (2), Pasal 44, Pasal 45, Pasal 48 ayat (1), Pasal 59 huruf a, Pasal 61, dan Pasal 63 yang berimplikasi pembubaran BP Migas. Hal itu sempat diharapkan bisa meminimalkan liberalisasi. Nyatanya tak terjadi perubahan apa-apa kecuali hanya nama. Perpres No. 59 Tahun 2012 yang mengalihkan seluruh proses pengelolalaan kegiatan yang sedang ditangani BP Migas kepada Kementerian ESDM pun diterbitkan. Kementerian ESDM lalu mengeluarkan Kepmen ESDM No. 3135 Tahun 2012 tentang Pengalihan Tugas, Fungsi dan Organisasi dalam Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Migas. Dibentuk Satuan Kerja Sementara Pelaksanaan Kegiatan Hulu Migas (SKSP Migas) atau ‘New BP Migas’, menggantikan BP Migas. Namun yang terjadi hanyalah pergantian nama seperti pergantian acara Empat Mata dengan Bukan Empat Mata.

Di sektor hilir, liberalisasi itu memerintahkan penghapuasan subsidi. UU Migas No. 22 th. 2001. Pasal 2 yang menyatakan bahwa niaga migas diselenggarakan melalui mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan. Maknanya, sesuai mekanisme pasar dan harganya ditentukan mengikuti harga pasar (internasional). Blue Print Pengembangan Energi Nasional 2006-2025 Kementerian ESDM menyatakan: Program utama (1) Rasionalisasi harga BBM (dengan alternatif) melakukan penyesuaian harga BBM dengan harga internasional. Artinya, pencabutan subsidi BBM. Sejak itu tiap tahun ancaman pencabutan dan kenaikan harga BBM terus menghantui masyarakat.

Ironisnya, kenaikan harga BBM itu yang terus didesakkan itu hanya menguntungkan swasta khususnya asing. Sejak awal, seperti dikatakan menteri ESDM kala itu Purnomo Yusgiantoro, kenaikan harga BBM memang untuk membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas (lihat, Kompas, 14 Mei 2003). Apalagi sudah ada 105 perusahaan yang mendapat izin termasuk membuka SPBU (Trust, 11/2004). Beberapa seperti Shell, Total, Petronas sudah membuka SPBU dan akan disusul lainnya. Namun hingga saat ini keuntungan besar yang mereka bayangkan tidak kunjung diperoleh, sebabnya harga BBM belum dinaikkan. Jika SPBU-SPBU asing itu tidak bisa ikut menyalurkan BBM bersubsidi seperti yang santer diberitakan beberapa waktu lalu, maka desakan kenaikan harga BBM akan makin kuat. Hal itu juga sejalan dengan garis kebijakan pemerintah dalam hal liberalisasi migas.

Itu artinya kisruh seputar BBM bersubsidi mungkin akan terus berlanjut sampai harga BBM mengikuti harga pasar/internasional. Jika itu terjadi yang untung adalah asing, sementara rakyat dipastikan buntung. Selain itu, liberalisasi membuat asing bisa menguasai baik di hulu maupun hilir migas. Itu sama saja memberi jalan kepada asing untuk menguasai kaum Mukminin, sesuatu yang diharamkan olah Allah dalam QS an-Nisa [4]: 141.

Kelola Sesuai Syariah Sejahterakan Rakyat

Migas dan SDA yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan milik umum. Pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat. Tambang migas itu tidak boleh dikuasai swasta apalagi asing.Abyadh bin Hammal menceritakan bahwa ia pernah menghadap kepada Nabi saw dan minta diberi tambang garam yang menurut Ibnu Mutawakkil, berada di daerah Ma’rib lalu beliau memberikannya. Namun saat ia akan pergi, ada seseorang yang berada di majelis berkata kepada Rasul : “Tahukah Anda apa yang Anda berikan padanya, sungguh Anda memberinya sesuatu laksana air yang terus mengalir.” Maka beliau pun menariknya kembali darinya (HR. Baihaqy dan Tirmidzy).

Rasul saw juga bersabda:

«الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلإَِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ»

Kaum muslim berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air dan api (HR Abu Dawud dan Ahmad)

 

Karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir termasuk kebijakan harganya, maupun di sektor hulu yang sangat menentukan jumlah produksi migas, dan kebijakan zalim dan khianat serupa harus segera dihentikan. Sebagai gantinya, migas dan SDA lainnya harus dikelola sesuai dengan syariah.Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Saat itulah SDA dan migas akan menjadi berkah yang menyejahterakan seluruh rakyat. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Iklan

Rizal Ramli mengungkap fakta campur tangan asing dalam pembuatan UU Migas. “Undang-Undang Migas ini dibiayai dan disponsori oleh US AID,” bebernya saat menjadi saksi ahli pemohon dalam Uji Materi UU tersebut, Rabu (18/7) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, ia pun menyatakan pembuatan undang-undang tidak boleh dibiayai oleh asing, tetapi harus dibiayai sendiri oleh APBN, sehingga undang-undang betul-betul mencerminkan kepentingan rakyat. “Tidak mungkin asing membiayai dan memesan undang-undang tanpa melibatkan kepentingan strategis mereka,” tegas Menko Ekuin era Presiden Gus Dur tersebut.

Menurutnya, motif  lembaga donor dari Amerika mendanai pembuatan UU tersebut ada tiga. Pertama, agar sektor migas diliberalisasi. Kedua,  agar terjadi internasionalisasi harga. “Agar harga-harga domestik migas disesuaikan dengan harga internasional,” ungkapnya. Ketiga, agar asing boleh masuk sektor hilir. “Karena sektor hilir  sangat menguntungkan dan bahkan risikonya lebih kecil dibandingkan sektor hulu,” bebernya.

Pejabat Pengkhianat

Dalam sidang yang diketuai Mahfud MD tersebut, Rizal menceritakan kronologi pengesahan UU yang sangat merugikan rakyat itu. Bahkan, ia pun menyebut beberapa nama pejabat kunci yang memuluskan hasrat Amerika untuk menguasai sektor migas di Indonesia.

Menurutnya, pertama kali draft undang-undang ini diajukan oleh Menteri Pertambangan Kuntoro Mangunsubroto pada era Presiden Habibie. “Tapi ditolak oleh DPR atas saran kami karena kami pada waktu itu adalah penasihat DPR untuk keempat Fraksi, Fraksi Angkatan Bersenjata, Fraksi Golkar, dan PPP dan PDIP,” akunya.

Kemudian selama pemerintahan Gus Dur Undang-Undang ini stak. “Tidak ada kemajuan karena tidak mungkin dilewatkan jika Menkonya itu Pak Kwik Kian Gie dan kemudian dilanjutkan oleh saya,” ungkapnya.

Begitu Rizal Ramli tidak menjabat, seiring dengan jatuhnya pemerintahan Gus Dur dan naiknya Wapres Megawati sebagai presiden pengganti, UU ini diproses di DPR dengan sangat cepat setelah diajukan oleh Wapres Boediono yang saat itu masih menjabat sebagai menteri keuangan dan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang saat itu masih menjabat sebagai menteri ESDM.

Setelah itu, beber Rizal, Kedutaan Besar Amerika dan US AID mengirim laporan ke Washington karena telah berhasil menggolkan undang-undang sangat penting untuk kepentingan bisnis Amerika di sektor migas.

Menurutnya, selain UU Migas, UU yang dibiayai asing banyak sekali ditemukan di Indonesia. Di antaranya, UU Privatisasi BUMN yang dipesan Bank pembangunan Asia (ADB) dan  UU Privatisasi Air yang dipesan Bank Dunia. (mediaumat.com, 26/11/2012)

Menolong Gaza Bukan dengan Mediasi yang Menyerukan untuk Tenang dan Delegasi Bela Sungkawa atas Syuhada’  Menolong Gaza Tidak Lain dengan Pasukan Besar yang Menyerang Entitas Yahudi Pagi dan Petang

 

Selama empat hari berturut-turut, Gaza dibombardir oleh entitas Yahudi dari darat, laut dan udara. Puluhan orang syahid dan ratusan lainnya terluka… Sementara para penguasa negeri kaum Muslimin, khususnya yang memiliki kedekatan kekerabatan! hanya sibuk menghitung syuhada’ dan korban luka. Mereka berlomba menyatakan penolakan dan pengingkaran. Mereka memprotes dengan seruan yang lembut, bahkan bergumam! Menteri luar negeri Qatar, sponsor entitas Yahudi di kawasan, memperingatkan dan mengancam melalui bulu burung onta istananya bahwa serangan Yahudi, “Tidak boleh berlalu begitu saja tanpa sanksi!” Lalu mereka berkomunikasi satu sama lain, mengobrol tentang penderitaan yang terjadi di Gaza. Mereka menampakkan kesedihan atas apa yang terjadi. Mereka saling berjanji mengirimkan mediator untuk menenangkan suasana atau delegasi bela sungkawa … Maka pemboman atas Gaza pun terus berlangsung sementara delegasi ada di depan mereka tanpa ada pergerakan dari para penguasa yang tetap diam saja! Bahkan cara yang terbaik dari mereka dengan mengawali harinya pagi-pagi dengan ucapannya, “Saya berkomunikasi sebentar dengan presiden Amerika Obama dan terjadi pembicaraan di antara kami seputar pentingnya penghentian serangan ini dan agar tak terulang lagi”. Dia memulai harinya dengan berbicara bersama penjaga keamanan entitas Yahudi, Obama, seputar pentingnya penghentian serangan …! Itu yang justru dia lakukan untuk mengawali harinya dan bukannya memulai hari dengan melakukan shalat Subuh dan menggerakan pasukan untuk membela darah warga Gaza yang ditumpahkan oleh tangan-tangan Yahudi. Pepatah mengatakan, “Darah adalah darah dan kehancuran adalah kehancuran”. Bukannya melakukan itu, justru dia memulai harinya dengan berbicara bersama Obama! Bahkan yang lebih menyakitkan dan ironis, ketika teman mereka ditanya, “Kalau begitu apa perbedaan antara Anda dengan penguasa yang telah tumbang. Ia dahulu menarik duta besar, menyatakan kritik dan penolakan atas serangan dan berkomunikasi dengan Obama …? Ia menjawab: “Ada perbedaan! Kami melakukan itu segera. Sedangkan penguasa yang telah tumbang dan para pendukungnya, mereka melakukannya dengan lambat!”

Wahai kaum Muslimin, sungguh sangat aneh, negeri Islam diduduki lalu pembebasannya terlantar di tengah keramaian. Semua solusi dibahas, kecuali solusi yang benar. Masyarakat disesatkan dari realitas masalah. Seolah-olah Yahudi memiliki negara yang berdiri tegak dan bahwa di sana ada masalah tentang garis batas antara kita dengan Yahudi. Lalu kita mengikat kesepakatan-kesepakatan di Camp David, Wadi Urubah, Doha atau di tempat lain, secara rahasia dan terang-terangan. Lalu kita menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan agar tidak terjadi peperangan di antara negara-negara. Kemudian kita mencari mediator lokal, regional atau internasional untuknya dan kita beranggapan telah berhasil menjujung tinggi kebenaran dan Allah pun mencukupkan kaum Mukminin dari perang!

Masalahnya tidak demikian, wahai kaum Muslimin. Faktanya adalah bahwa Yahudi telah mencaplok Palestina, mendirikan negara di sana dan mengusir warga Palestina dari sana. Negara Yahudi itu tidak akan lenyap dan Palestina tak akan kembali kepada warganya, kecuali dengan pasukan kuat yang mukmin, yang memenuhi hukum Allah atas orang yang memerangi kita dan mengusir kita dari negeri kita.

 

}وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ{

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu(TQS al-Baqarah [2]: 191)

 

Adakah orang yang tidak tahu solusi ini kecuali orang yang telah Allah tutupi hati dan pendengarannya dan terhadap penglihatannya diletakkan tabir? Adakah solusi lain untuk mengembalikan Palestina kepada warganya selain melenyapkan entitas yang mencaploknya dan mengusirnya dari tempat di mana warga Palestina diusir?

Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya musibah kita ada pada diri para penguasa kita dan kelompok pendukung mereka … Mereka menyebarkan anggapan di tengah masyarakat bahwa kita tidak mampu memerangi Yahudi, tidak punya senjata seperti mereka dan tidak punya pendukung seperti mereka!

}كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا{

Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (TQS al-Kahfi [18]: 5)

 

Sebenarnya, kita mengelilingi Yahudi dari segala arah. Senjata milik kita juga berlimpah…, akan tetapi tidak tampak ketika melawan Yahudi atau pun kaum kafir imperialis. Sebaliknya senjata kita muncul ketika menghadapi penduduk negeri-negeri kaum Muslimin… dan terhadap kaum bersenjata di Sinai yang mempersenjatai diri untuk memerangi entitas Yahudi pencaplok Palestina. Senjata kita hanya muncul untuk memerangi manusia, pepohonan, dan bebatuan di Suria. Kita melihat bermacam jenis senjata rezim yang belum pernah kita lihat sebelumnya! Senjata kita tampak dari pesawat tempur Pakistan yang membombardir suku-suku kaum Muslimin, sebagai bantuan untuk Amerika. Senjata kita hanya tampak dalam tindakan represif membungkam masyarakat di Sudan pada waktu di mana selatan Sudan ditelantarkan…! Dan dalam perkara-perkara lainnya yang dilakukan para penguasa tanpa rasa malu sedikit pun kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukminin… Adapun ucapan mereka tentang para pendukung Yahudi, maka Allah adalah pelindung kita dan mereka tidak punya pelindung.

}ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لاَ مَوْلَى لَهُم{

Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung. (TQS Muhammad [47]: 11)

 

Kemudian para penguasa itu sendiri adalah pendukung pertama entitas Yahudi. Mereka menjaga keamanan Yahudi. Mereka menyesatkan masyarakat dengan kekuatan entitas ini, padahal seandainya dibuka ruang untuk pasukan kaum Muslimin dalam berperang dengan benar dan ikhlas, niscaya mereka menemukan bahwa kekuatan entitas ini lebih rapuh dari sarang laba-laba…

Wahai kaum Muslimin, darah warga Gaza yang suci lagi bersih tidak akan bisa dibela oleh mediator netral yang mengunjungi Gaza untuk menenangkan suasana. Juga tidak oleh delegasi yang datang untuk berbela sungkawa. Sama halnya juga tidak oleh pernyataan menyala-nyala dari raja, presiden, dan amir, yang tidak lebih merupakan tipu muslihat, di mana semuanya tertawa di balik pintu! Tidak menjadikannya sebagai musuh dengan serius, bahkan sama sekali tidak ada kesungguhan dari mereka… Mereka juga tidak mengambil orang-orang berakal dan bijak dari umat ini pada posisi penting. Mereka hanya mengambil orang-orang yang hatinya buta sebelum mata mereka, sehingga mereka menjabat tangan penguasa ini dan itu, karena mengirim utusan menyampaikan bela sungkawa atas musibah mereka; padahal entitas Yahudi membombardir mereka sementara delegasi bela sungkawa masih ada di samping mereka …!

Sesungguhnya darah warga Gaza tidak bisa dibela dengan cara ini dan itu. Melainkan hanya bisa dibela dengan pasukan yang bergerak dari Sinai, Sungai Jordan, selatan Lithoni, dan Golan; baik semuanya atau sebagiannya, menghadapi entitas Yahudi…; pasukan yang di tengah armadanya mengusung sumpah Abu Bakar ra agar musuh melupakan bisikan-bisikan setan… Begitulah wahai kaum Muslimin, darah warga Palestina dahulu dibela dengan tangan-tangan tentara Shalahuddin, melalui tangan-tangan azh-Zhahir Baibars. Begitulah darah warga Palestina wajib dibela dengan tentara kaum Muslimin yang semangatnya membara untuk memerangi entitas Yahudi… Hanya dengana cara itulah darah warga Gaza yang suci bisa dibela. Tidak bisa dibela dengan sesuatu yang lain. Tidak seorang pun yang berakal sehat mengatakan cara lain, kecuali dia termasuk orang yang buta mata dan pikiran, buta dunia dan buta akhirat.

}وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلاً {

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (TQS al-Isra’ [17]: 72)

 

Wahai tentara shiddiqun di dalam pasukan kaum Muslimin:

Tidak adakah di antara Anda orang yang cerdas yang dengannya para penguasa terpaksa memperlakukan Yahudi dengan perlakuan perang riil, lalu ia menggerakkan pasukan untuk mencabut entitas ini…?

Tidak adakah di antara Anda seorang yang teguh dan mukmin yang mematahkan tongkat para penguasa, sehingga dia menggerakkan legiun dan batalyon di dalam jihad yang dicintai Allah dan Rasul-Nya untuk mencabut entitas pencaplok ini dari akar-akarnya? Letusan senapan yang ditembakkan oleh batalyon ini akan diikuti oleh letusan-letusan dari batalyon-batalyon lain tanpa bisa dihentikan oleh penguasa yang zalim dan jahat. Begitulah seharusnya orang-orang berlomba kepada kebaikan dan kemenangan.

}إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ{

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(TQS Muhammad [47]:7)

 

Tidak adakah di antara Anda orang cerdas yang mau menolong Allah, Rasul-Nya dan hamba-hamba Allah yang berjuang untuk menegakkan al-Khilafah. Dengan itu Anda mengembalikan sirah kaum Anshar dan menyaksikan kemuliaan dunia dan akhirat. Sehingga Allah memuliakan Anda dengan merealisasi berita gembira dari Rasulullah saw dengan tegaknya kembali al-Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian melalui tangan-tangan Anda. Juga akan terealisasi berita gembira Rasulullah saw berupa memerangi Yahudi dan menang atas mereka. Dengan semua itu, Anda akan meraih keberhasilan dengan mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang Mukmin.

Wahai tentara-tentara shidiqun, sungguh Hizbut Tahrir adalah pemberi nasihat terpercaya untuk Anda. Allah memiliki tokoh-tokoh yang muncul di sendi-sendi sejarah. Maka jadilah bagian dari mereka itu …

Allah , Allah dalam pertolongan untuk tegaknya al-Khilafah kemuliaan Islam sehingga ada seorang Khalifah yang Anda berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya…

Allah, Allah dalam mahkota Islam, jihad, sehingga kemenangan atau mati syahid …

Allah,  Allah dalam perdagangan yang membebaskan Anda dari azab yang pedih dengan mengikuti ucapan yang paling baik dan paling benar, firman Allah SWT:

}انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ {

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (TQS at-Tawbah [9]: 41)

3 Muharram 1434 H

17 November 2012 M

Hizbut Tahrir

Bukannya mengirimkan pasukan untuk membebaskan Gaza serta mengusir penjajah Israel pencaplok tanah Muslim Palestina dan membantu negeri Syam, para kepala negara malah hanya duduk-duduk dan enggan untuk melakukan hal tersebut, kecuali ikut serta dalam menjaga keamanan Israel.

Gencatan senjata merupakan hal yang diinginkan Israel untuk menjaga keamanan di zona selatan, sehingga Israel dapat memokuskan persiapan di zona utara guna menghadapi para tentara kemerdekaan Suriah yang kian menguat serta berulangkali para tentara di Syam tersebut menyatakan penolakn mereka kepada Dewan Koalisi Nasional yang dibentuk di luar negeri, serta mereka dengan tegas bekerja untuk membentuk Negara Islam di bumi Syam.

“Kalau terjadi gencatan senjata, kita akan kirim pasukan perdamaian. Ini sama ketika kita kirim pasukan untuk menjaga perdamaian ke Lebanon,” kata Presiden SBY setelah menghadiri pertemuan dengan pemimpin Kelompok-8 Negara Berkembang (D-8) di Islamabad, Pakistan, Kamis malam.

Diantara para kepala negara yang membicarakan solusi untuk mengatasi masalah di Timur Tengah tersebut adalah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Perdana Menteri Turki Recep Erdogan, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, dan Wakil Presiden Mesir Mahmud Makki.

Para pemimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim itu menyepakati tiga hal. Pertama, kekerasan dan pertumpahan darah harus dihentikan dan dilakukan gencatan senjata. Kedua, menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Ketiga, mesti ada transisi kekuasaan, transisi politik ke arah pemerintahan baru,” kata Presiden serta menambahkan transisi harus dilakukan secara damai supaya konflik berkepanjangan tidak lagi terjadi.

Demikianlah, para penguasa negeri Muslim itu akhirnya enggan mengirimkan pasukan sebagaimana diminta penduduk Gaza, melainkan hanya mengikuti langkah-langkah palsu. Demikian juga enggan mengirimkan pasukan ke negeri Suriah, Syam, di mana lebih dari 40.000 orang telah syahid dibantai rezim Assad.

Sejak berdirinya yang dibantu PBB, penjajah Israel telah merampas negeri kaum Muslim Palestina. Saat para tentara mujahidin siddiqun di Suriah kian menguat, tentu ini menjadi hal yang menakutkan bagi Israel sehingga mereka harus bersiap-siap.

Revolusi-revolusi di bumi Syam menyerukan mobilisasi pasukan umat ke Palestina untuk membebaskan Palestina dan menghancurkan entitas Yahudi. Apalagi, kaum revolusioner Syam terus berjalan dalam langkah-langkah yang teguh untuk mengembalikan kekuasaan kaum Muslimin dari penjaga Yahudi, despot Syam, Bashar Assad yang menjaga front utara tanpa letusan senjata satu pun selama empat puluh tahun.

Entitas Yahudi paham bahwa warga Syam yang mukhlis jika mereka berhasil melenyapkan Assad dan membaiat seorang imam untuk kaum Muslimin yang memerintah mereka dengan Islam, maka pada waktu itu tidak akan tersisa lagi eksistensi untuk entitas Yahudi.

Karena itulah mereka berusaha mati-matian untuk meraih gencatan senjata jangka panjang di front selatan dengan jalur Gaza melalui serangan brutal terhadap warga Gaza ini.  Mereka melakukan itu dengan sengaja berkolusi dengan rezim arab pengkhianat dalam menekan otoritas Gaza supaya mereka bisa leluasa menyiapkan diri untuk front Suria. [m/ant/syabab.com]

 

Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia Tentang Serangan Israel Ke Jalur Gaza

 

Lagi, Israel menyerang Jalur Gaza – Palestina. Hingga Ahad 19 November telah lebih dari 90 kali negara zionis Israel itu menyerang Gaza. Korban terus berjatuhan. Tercatat 32 warga sipil Palestina tewas dan lebih dari 300 yang terluka, 140 diantara mereka adalah wanita dan anak-anak. Korban kemungkinan akan terus bertambah bila serangan Israel itu berlanjut. Sejauh ini belum terlihat ada upaya nyata dari dunia Islam untuk menghentikan agresi itu. Yang dilakukan baru sebatas retorika kutukan atau persiapan untuk pengiriman bahan makanan, obat-obatan, peralatan dan tenaga medis. Itupun, seperti yang sudah-sudah, belum tentu bisa lancar masuk ke wilayah Gaza karena terhambat di perbatasan atau sengaja dihalang-halangi Israel. Akibatnya, korban lama tidak segera mendapat pertolongan secara semestinya, sementara korban baru terus berjatuhan.

Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan: mengutuk serangan Israel ke wilayah Jalur Gaza, dan mengutuk juga pemerintah AS yang nyata-nyata mendukung serangan biadab itu. Untuk hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia melakukan Aksi yang diselenggarakan di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia serta menyerukan:

  1. Kepada kepala negara dari negeri-negeri muslim untuk segera bertindak nyata menghentikan serangan itu. Cara paling efektif adalah mengirimkan tentara ke wilayah Gaza. Bila masing-masing negara mengirim sedikitnya 500 tentara saja, maka paling tidak bisa dihimpun 25 ribu tentara dari lebih 50 negeri muslim, termasuk dari Indonesia. Hanya dengan cara ini sajalah rakyat di Jalur Gaza bisa dilindungi dan sekaligus serangan yang dilakukan oleh Israel bisa dihentikan.
  2. Kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil prakarsa penting bagi segera terlaksananya pengiriman tentara dari negeri-negeri muslim itu segera. Sebagai negeri muslim terbesar, langkah presiden SBY ini diyakini akan sangat berpengaruh dalam menggerakkan negeri muslim lain guna mengambil langkah penting yang amat diperlukan untuk menyelamatkan rakyat di Jalur Gaza.
  3. Terus berdiam diri, tidak melakukan langkah apa pun dan hanya sebatas mengecam, tidak bisa diartikan lain kecuali bahwa para kepala negara dari negeri-negeri muslim itu telah secara langsung membiarkan terjadinya pembantaian di Jalur Gaza, dan secara tidak langsung telah mendukung Israel melakukan kebiadaban di wilayah Palestina itu. Ini adalah penghianatan keji terhadap umat Islam seluruh dunia.
  4. Menyerukan kepada umat Islam bergerak bersama-sama melakukan aksi Solidaritas untuk warga Palestina di Jalur Gaza dalam segala bentuknya. Lebih jauh diserukan kepada umat untuk dengan sungguh-sungguh, saling bahu membahu, berjuang bersama-sama bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah. Hanya dalam naungan daulah Khilafah saja 1,5 miliar umat Islam bisa bersatu dan menjadi kuat, sehingga perlindungan terhadap harkat dan martabat umat Islam di berbagai wilayah, termasuk di wilayah Palestina, juga bisa dilakukan dengan nyata. Dan dengan cara itu kedzaliman zionis Israel tidak terus berulang kali terjadi seperti selama ini. Insya Allah.

 

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com

%d blogger menyukai ini: