Kemenangan Barack Obama dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2012 tidak akan mengubah kebijakan politik luar negeri AS terkait isu terorisme. AS akan tetap menjadikan isu terorisme sebagai kedok imperialisme atas dunia Islam termasuk Indonesia.

Demikian dikatakan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya kepada itoday, Rabu (7/11).

“Perang melawan terorisme (baca: Islam) akan terus berlangsung dengan jaminan loyalitas para penguasa negeri Islam yang loyal kepada AS,” ungkap Harits.

Kata Harits, kemenangan Obama juga akan melanjutkan Perang Salib George Walker Bush setelah peristiwa pengeboman Gedung WTC (9/11).

“Perang melawan terorisme (baca: Islam) akan terus berlangsung dengan jaminan loyalitas para penguasa negeri Islam yang loyal kepada AS. Di Indonesia, Densus 88 di bawah Polri dan Presiden punya komitmen kuat utk melanjutkan perang “salib”nya George Walker Bush setelah peristiwa 9/11,” paparnya.

Menurut Harits, AS dalam berbagai pertemuan bilateral maupun multilateral isu terorisme selalu menjadi poin penting yang dijadikan sebagai landasan kerjasama. “Yang sebenarnya bukanlah kerjasama melainkan “instruksi” dan “doktrin” AS atas konstelasi politik global di mana Islam Ideologi menjadi ancaman potensial bagi AS yang harus diaborsi sejak dini. Jadi Obama menang, tidak ada yang berubah,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Barack Obama kembali menjadi Presiden AS, untuk periode kedua, setelah memastikan kemenangannya atas pesaingnya, Mitt Romney.

Menurut kantor berita CNN, Rabu (7/11), Obama kini mengungguli Romney dengan meraih 275 suara electoral college. Sementara Romney mendapatkan 203 suara electoral college.

Dengan kondisi ini sudah bisa dipastikan Obama kembali terpilih menjadi Presiden AS.

Sebabnya untuk menjadi pemenang, kandidat harus meraih 270 suara electoral college. () itoday.co.id

[http://www.syababindonesia.com/2012/11/obama-menang-isu-terorisme-di-indonesia.html?utm_source=BP_recent]