SIKAP HIZBUT TAHRIR INGGRIS, MEWAKILI UMAT ISLAM BARAT

PERNYATAAN TERKINI TERHADAP SERANGAN SADIS ISRAEL KE GAZA – PALESTINA

Oleh: Hizbut Tahrir Inggris

Pada hari Rabu 14 November 2012, pasukan Israel membunuh Ahmed Al-Jabari, beserta putranya dan beberapa warga Palestina lainnya di Gaza. Pemboman Gaza berlanjut hingga hari ini dan jumlah korban yang meninggal dan terluka terus bertambah.

Mayoritas masyarakat di seluruh dunia benar-benar mengutuk tindakan brutal Israel ini. Menyusul peristiwa ini kami ingin menyatakan beberapa poin berikut:

1. Serangan mematikan Israel baru-baru ini membuktikan bahwa Israel tidak peduli sama sekali kehidupan manusia atau artinya bahwa israel memang terkutuk karena pemboman mematikan atas Gaza. Mereka tak peduli bahwa mereka dikecam setelah pembantaian sebelumnya di Jenin, Libanon dan Gaza. Jadi seruan untuk ‘proses perdamaian’ hanya memperkuat Israel. Sebuah ‘solusi dua negara’ sejatinya akan melegalkan penjara besar dan penindasan bagi kaum Muslim. Perbuatan berulang sepanjang sejarah, penggunaan kekuatan besar, tindakan pembunuhan dan arogansi merupakan respon kebangsaaan dan kedaulatan, dalam membenarkan pembunuhan dan penindasan dalam rangka untuk ‘bertahan hidup’ mereka.

2. Hanya tentara yang dapat melindungi, melawan sebuah pendudukan militer. Negara-negara Arab sekitar Palestina sebenarnya memiliki kekuatan yang cukup untuk membebaskan tanah terjajah itu, dan mengakhiri penindasan terhadap rakyat Palestina – dengan lebih dari 2 juta tentara, dengan anggaran militer (total gabungan) lebih dari 100 miliar dolar setiap tahunnya. Mesir sendiri memiliki 220 pesawat tempur F-16 dan 450.000 prajurit tempur.

3. Rezim busuk di dunia Muslim itulah pelindung sejati Israel. Karena hanya rezim busuk saja yang menghalangi tentara Muslim memenuhi tugas mereka (membebaskan Palestina). Segala macam kecaman dan seruan “konferensi darurat” adalah bentuk kesia-siaan ketika mereka mempertahankan diplomasi, perdagangan dan kerjasama militer dengan Israel, sebagaimana yang telah mereka (rezim busuk) itu lakukan sebelumnya dan meski setelah terjadi tindakan brutal dalam beberapa decade terakhir.

4. Pemerintahan baru Mesir sekarang mesti menunjukan tindakan, apakah bersama kesungguhan kaum Muslim di seluruh dunia yang menghendaki (pengiriman) tentara negeri muslim agar membela saudara-saudara mereka yang dibom di Gaza – dan bekerja pembebaskan Palestina – ataukah menjadi rezim lain yang menghianati umat, sebagai mana rezim sebelumnya, padahal ini saat yang saat krusial, sehingga akhirnya kita melihat wajah baru yang mengemban kebijakan lama penjajah untuk mempertahankan “perdamaian” dengan entitas zionis.

5. Rezim-rezim (penghianat) itu mesti diganti oleh Khilafah Islam – dengan pemimpin yang memiliki karakter sebagaimana Salahuddin Al-Ayyubi atau Muhammad Al-Fatih– yang mampu memobilisasi militernya, membebaskan tanah Palestina dan memimpin semua wilayah kaum muslim dengan adil, stabil dan damai. Memang, hanya di bawah pemerintahan Islam saja, wilayah ini bisa menikmati setiap perdamaian dan stabilitas untuk jangka waktu yang signifikan.

6. Setiap dukungan Wasington dan London terhadap Israel bukanlah sebuah perkara yang mengejutkan. Israel itu sebenarnya dilegalkan dalam deklarasi Balfour oleh Inggris dan telah dipelihara dan diperkuat oleh Barat selama beberapa dekade, untuk kepentingan nasional mereka. Tidak diragukan lagi Negara Barat akan mengupayakan semaksimal mungkin melanjutkan “road map” (rencana terarah) untuk “solusi dua negara” –bagi kepentingan nasional Negara Barat– Namun bagi kaum muslim Palestina jalan tersebut hanyalah menjadi penjara besar yang dilegalkan dan sebuah ketertindasan.

Kami menyerukan kepada semua kaum muslim untuk bergabung dengan seruan untuk mengganti sistem yang ada dengan sistem pemerintahan Khilafah Islam agar umat mamapu untuk bertindak sebagaimana mestinya dan membebaskan seluruh Palestina.

Hizbut Tahrir Inggris

15 November 2012 M, Bertepatan 1 Muharram 1434 H

[http://www.hizb.org.uk]

 

SIKAP HIZBUT TAHRIR MESIR, MEWAKILI UMAT ISLAM TIMUR TENGAH

 

Tanpa Negara Khilafah, Kebrutalan Negara Yahudi Terlupakan oleh Bisikan Setan

Pada hari rabu 14/11/2012 Negara Yahudi Kriminal membunuh Ahmad Al-Ja’bari seorang top komandan brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, pada serangan udara di jalur Gaza, dalam eskalasi yg berulang terhadap keluarga kita di Gaza, tanpa ada upaya balasan real dari Negara-negara tetangga Palestina terutama Negara Revolusi Mesir, yang presidennya pada saat pertama menjabat telah mengirim “surat yang menyenangkan” bagi penjahat pertama Shimon Peres. Dan kondisi objektif menyatakan jawaban sebagaimana yg terlihat dalam dua surat persahabatan tersebut, bukan apa yang didengar dari seruan-seruan kritis yang hampa.

Tidak bisakah Negara Revolusi Mesir agar melangkah maju menolong keluarga kita di Gaza? Ataukah Mesir memang berada pada jalan yg serupa dengan Rezim Terguling sebelumnya? Tidak mampukah –meski malu-malu– untuk mengeluarkan keputusan final bukan formalitas belaka agar menarik Dubes Mesir dari Negara Yahudi?!

Adapun terkait kesepakatan damai (dengan Israel), presiden Mesir Mursi telah menegaskan Mesir akan mematuhi perjanjian damai tersebut, ia memiliki “sejumlah pertimbangan” untuk mengubah perjanjian dengan Israel, namun tidak menghendaki melakukan hal demikian hanya sepihak. Hal tersebut merupakan rekomendasi mantan presiden AS Jimmy Carter. Sedangkan terkait Negara Kriminal kedua yakni AS, maka hubungannya dengan kita (Mesir) bersifat “istimewa”, ketika belum lama ini ucapan selamat dilayangkan oleh Mesir kepada presiden AS Obama karena terpilih kembali, meskipun (sang presiden AS itu) memiliki hubungan tanpa batas dengan Israel sebagai anak tirinya.

Juru Bicara Kementrian Pertahanan AS menyatakan bahwa Washington “Memonitor secara intensif” perkembangan kondisi jalur Gaza pasca terbunuhnya Komandan Top Militer gerakan Hamas, Ahmad Al-Ja’bari, dalam serangkaian serangan udara Israel. Letkol Stephen Warrant menegaskan (Jubir Kementrian Pertahanan AS), Washington mendukung “Balasan Israel dalam mempertahankan diri melawan teroris.” Ia juga menambahkan: “Kami pasti menjamin bagi mitra kami Israel untuk mempertahankan haknya melindungi diri melawan teroris.” Maka, apakah Negara seperti ini (AS) layak kita nanti untuk berbuat sesuatu bagi kita? Bagaimana mungkin kita ungkapkan hubungan dengan Negara begini rupa dengan sebutan “istimewa”?!

Sebuah hal yang pasti menggelikan & ironis, dikala muncul ditengah-tengah kita pemimpin yg mereka sebut “Islamis”, setelah semua kejadian ini, menyatakan dengan segala kesungguhannya bahwa “Mesir telah berubah dan terbebas,” dengan sebuah indikasi “Pemanggilan Dubes Israel di Mesir dalam penyampaian protes keras Mesir atas invasi Israel terhadap jalur Gaza, dan pemanggilan Dubes kita (Mesir) di Tel Aviv.” Jadi sekedar pemanggilan saja, sekarang ini sudah dijadikan tanda “Perubahan dan Kemerdekaan”?! Bukankah “Pemanggilan” ini juga sebenarnya termasuk upaya basi Rezim Terguling sebelumnya?!

Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, tidak akan pernah Baitul Maqdis terbebas kecuali oleh pasukan yang dipimpin Khalifah kaum muslim, karena selamanya penguasa kita ini –yang lembek, hina, dan palsu– menjadi penjaga perbatasan entitas Yahudi. Yahudi tidak akan berani membunuh keluarga kita di Gaza jika mereka mengetahui bahwa kaum muslim sudah memiliki seorang Khalifah yang umat berperang bersamanya dan berlindung kepadanya, semisal Khalifah Harun Ar-Rasyid.

Jika beliau ada, maka jawaban beliau atas kebrutalan Yahudi adalah: “Dari Harun Ar-Rasyid Amirul Mukminin kepada Netanyahu, Anjing Yahudi. Jawabannya seperti yang kamu lihat, bukan seperti yang kamu dengar, demi Allah sungguh bajingan seperti kalian akan aku cabut dari negeri kami, lalu akan aku lemparkan kalian kepada hiu di lautan dan singa di daratan, camkan itu, wahai kalian saudaranya monyet dan babi!”

((وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ))
Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (QS. Yusuf: 21)

Kamis 1 Muharram 1434 H, Bertepatan 15/11/2012

Syarif Zayid

Kepala Maktab I’lami Hizbut Tahrir Wilayah Mesir

[http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_21029]

 

Kejahatan Israel Atas Gaza Karena Ketidakmampuan Otoritas dan Para Penguasa Busuk

Hizbut Tahrir Palestina

Dominasi Entitas Yahudi Atas Warga Gaza Yang Tidak Bersenjata Disebabkan Oleh Ketidakmampuan Otoritas dan Para Penguasa Busuk

Entitas penjahat Yahudi mengambil keuntungan dari kondisi ketidakmampuan yang memalukan dan mewarnai rezim-rezim Arab dan otoritas. Sehingga pada hari Rabu (14/11) entitas Yahudi melancarkan serangan udara secara luas terhadap warga Gaza. Akibatnya, sejumlah pria dan anak-anak syahid, yang terpenting adalah syahidnya Komandan al-Qassam Ahmad Jabari. Sejauh ini agresi barbar masih berlanjut terhadap warga Gaza yang sedang menghadapi agresi kepengecutan dengan dada mereka yang terbuka dan senjata apa adanya.

Agresi kepengecutan ini terjadi setelah entitas Yahudi menyadari bahwa peran rezim Mesir yang baru tidak lebih dari sebagai peran mediator antara entitas Yahudi dan otoritas Gaza untuk mengadakan gencatan senjata jangka panjang yang menjamin keamanan Yahudi; dan setelah presiden otoritas menegaskan pelepasan sebagian besar wilayah Palestina kepada Yahudi, maka tidak ada hak bagi rakyat Palestina untuk menuntut wilayah yang diduduki tahun 1948, atau pengembaliannya, dan bahwasannya yang bisa dilakukan rakyat Palestina hanya mengakui negaranya yang lemah di atas dokumen wilayah yang diduduki tahun 1967 dalam kapasitasnya sebagai anggota pengamat di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Entitas Yahudi semakin membual dan menyerang—setelah menyadari—bahwa rezim Turki, Qatar, Arab Saudi, Iran, Mesir dan lainnya berulang kali menegaskan bahwa peran mereka tidak lebih dari melakukan perang media dan membuat gerakan dana untuk dua otoritas di Gaza dan Ramallah. Sementara mereka tuli, bisu dan buta sehingga tidak mendengar teriakan meminta tolong dari para wanita dan orang tua, dari anak-anak dan pria yang tidak bersenjata, pada saat pesawat-pesawat pendudukan Yahudi membombandir mereka dengan berbagai senjata dan rudal jenis baru.

Sungguh, entitas penjahat Yahudi aman dari sanksi sehingga ia terus melakukan pembunuhan. Sudah berapa banyak pemimpin yang diterjang oleh tangan terorisnya! Sejak dari Abu Jihad, Syaikh Ahmad Yasin, Komandan Syaikh Rantisi dan para syahid lainnya. Namun, apakah para penguasa itu mengirim pesawat-pesawat mereka untuk membunuh para pemimpin entitas Yahudi ini agar mereka tidak melakukan kejahatannya lagi; atau pesawat-pesawat para penguasa busuk ini hanya untuk membombandir rakyatnya sendiri seperti yang terjadi di Suriah, Pakistan dan yang lainnya?!

Sesungguhnya realitas yang dirasakan oleh setiap yang berakal dan jujur bahwa rezim-rezim boneka Amerika dan Barat itu ada hanya untuk melindungi entitas Yahudi, dan untuk melakukan konspirasi terhadap rakyat, seperti yang terjadi di Qatar baru-baru ini, melalui pembentukan koalisi internal revolusi yang dengan jelas dibuat oleh Amerika dan Eropa untuk dijadikan alternatif bagi rezim penjahat Assad dalam mempertahankan kepentingan Barat dan entitas Yahudi. Jadi, bagaimana mungkin rezim-rezim yang melakukan konspirasi terhadap rakyatnya sendiri ini akan mengirim tentaranya untuk membebaskan Palestina, menolong warga Gaza atau kaum Muslim lainnya yang sedang meminta tolong.

Reaksi seharusnya terhadap agresi Yahudi yang tiada henti ini adalah dengan mengirim tentara untuk menolong rakyat Palestina, melenyapkan entitas penjahat Yahudi, serta mengembalikan Palestina dan rakyatnya ke dalam pangkuan negara Islam. Sementara itu, bagi para pemimpin militer, setelah mereka menyadari pengkhianatan para politisi penguasa terhadap mereka dan umat Islam, maka mereka harus melengserkan para penguasa itu, dan membaiat seorang imam (Khalifah) yang akan memimpin mereka berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah, serta yang akan memimpin mereka di medan jihad untuk membebaskan Palestina dan semua negeri-negeri Islam yang tengah diduduki. Dan untuk itulah, Hizbut Tahrir beraktivitas di tengah-tengah kalian dan bersama-sama kalian, maka tolonglah Hizbut Tahrir agar Islam dan kaum Muslim meraih kembali kemuliaannya, sebaliknya kekufuran dan orang-orang kafir menjadi terhina, insya Allah.

Allah SWT berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ﴾

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu.” (QS. Al-Anfâl [8] : 24)

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 14/11/2012.