18081_120804411414175_1022396865_n-300x168Ibtihal Bsis baru – baru ini kembali dari kunjungannya dari Turki dan Suriah. Ia berkunjung untuk bertemu dengan kaum muslimin di sana dan menyaksikan secara langsung pembantaian yang terjadi di Suriah. Khilafah.com menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya.

Khilafah.com: Media melaporkan telah terjadi pembantaian keji yang terjadi di sana. Bisakah Anda menggambarkan fakta yang sebenarnya terjadi di sana?

Ibtihal Bsis: Sangat sulit membayangkan bahwa ada seorang pemimpin yang membanati rakyatnya sendiri dan lebih penting lagi adalah adanya pertempuran yang tidak seimbang. Orang ini (Bashar al-Assad) mempunyai tank, jet tempur, dan juga pesawat tempur yang dia akan gunakan dengan bangganya untuk membantai para orang tua, seperti kakak ipar saya yang saat ini hidup di basement karena serangan udara.

Jumlah wanita yang masuk ke penjara-penjara Shabeha saat ini meningkat, mereka diperlakukan agar bisa mengintimidasi suami mereka supaya menyerahkan diri karena berani turun ke jalan dan menahan anak – anak bahkan bayi-bayi yang  lututnya robek dan terlepas dari tubuh mereka.

Ketika saya bereada di Turki, seorang anak gadis berusia 18 tahun yang sedang membuat teh buat orang tuanya terkena roket di kakinya. Kedua kakinya harus diamputasi. Efek psikologis yang dialami gadis berusia 18 tahun itu di masa depan adalah sangat buruk, menyisakan rasa sakit fisik. Teriakannya di malam hari bisa terdengar karena mimpi buruk yang biasa dia alami – subhana Allah.

Bashar Al Assad telah menghancurkan kehidupan dan juga anggota tubuh. Saya bertemu laki – laki muda yang ditembak di tulang belakangnya dan sekarang tidak lagi dapat duduk. Saya bertemu dengan para wanita di Syria yang sekarang ini hidup tanpa suami dan tak dapat membayangkan bagaimana ia akan membesarkan anak-anaknya yang masih kecil.

Bayangkanlah ketika meninggalkan rumahmu dan harus meninggalkan segala sesuatu yang Anda miliki, kenangan Anda, harta benda Anda, segalanya, kemudian menemukan diri Anda hidup di sebuah sekolah lokal atau di dalam masjid dengan ratusan keluarga lainnya. Itulah realitas umat Islam saat ini di Suriah. Itulah kehidupan mereka.

Kenapa? Karena Assad ingin mempertahankan kursi kekuasaannya, semua ini terjadi karena sedikit orang ingin mengatur orang lain yang lebih banyak dan juga mereka akan menghukum, dengan cara yang paling kejam, bahkan jika Anda berani berusaha untuk menyingkirkan mereka.

Khilafah.com: Setelah 18 bulan, umat sepertinya dikondisikan oleh rejim untuk menemui jalan buntu. Bisakah anda memberikan gambaran apa yang telah diperoleh oleh orang – orang yang berada di medan pertempuran?

Ibtihal Bsis: Ats semua kerusakan dan kehancuran ini, Alhamdulillah, masih ada harapan, hal ini mengingatkan saya pada hadis Nabi Muhammad SAW di mana ia mengingatkan bahwa selalu ada “kebaikan” di dalam setiap situasi bagi seorang Muslim. Ketakutan yang mendominasi umat Islam akhirnya telah dapat dipatahkan. Banyak orang di Syria akan mengatakan kepada Anda bahwa kehidupan lebih buruk sebelum revolusi terjadi karena “kita seperti orang mati yang berjalan”. Revolusi ini tidak datang dari manapun. Orang – orang muak dengan kemiskinan dan menjadi demikian karena Bashar dan pendukung setianya Alawi yang menikmati gaya hidup mewah sementara rakyat banyak tidak dapat membeli roti- subhana Allah

Korupsi juga luar biasa merajalela. Orang – orang menghabiskan seluruh waktu hidupnya untuk menabung untuk membeli rumah, hanya untuk dihancurkan dalam beberapa menit karena mereka menolak membayar suap kepada pemerintah, dan itu adalah harga sebenarnya dari rumah itu. Pada dasarnya Anda akan disuruh membayar dua kali lipat dari harga rumah Anda. Saya bertemu dengan seorang saudara perempuan yang rumahnya telah dihancuran dua kali dan sekarang menjadi reruntuhan. Bashar dan pengikutnya berlaku layaknya mafia yang mencari uang untuk mendapatkan perlindungan. Mereka mengintimidasi, memenjarakan, dan membunuh siapa saja yang berani mempertanyakan perlakuan mereka. Mereka yang dinamakan “intel” akan memenuhi jalan – jalan dan orang yang berani memprotes sistem dan mengkritik pemerintah akan dicomot. Banyak dari mereka akan menghilang tanpa jejak. Tidak adanya rasa tanggung jawab dan juga kesombongannya yang busuk yang menyebabkan rakyat turun ke jalan.

Umat di Suriah memang harus membayar dengan harga yang tinggi, namun mereka siap untuk mengorbankan semuanya agar bisa hidup bermartabat. Rasa saling tolong menolong mereka dengan satu sama lain mengingatkan saya akan kaum Muahjirin dan Ansar dan juga rasa cinta yang mereka miliki satu sama lainnya. Orang – orang yang berada di wilayah yang bebas akan membuka pintu rumahnya bagi orang – orang yang datang dari kota yang jauh. Saya mengenal beberapa orang yang menyimpan air selama waktu berbulan – bulan dan sementara tetangganya tidak memiliki air, maka mereka akan menggunakan generator untuk memompa air yang akan dialirkan ke seluruh tetangganya subhana Allah. Kami bertemu dengan orang – orang yang tidak mempunyai apa – apa, tetapi mereka mau memberikan apa – apa yang mereka miliki ketika bertemu orang – orang yang lebih buruk kondisinya. Persatuan mereka, keprihatinan mereka satu sama lain, kemuarahan hati mereka ketika mereka tidak punya apa-apa, dan martabat mereka benar – benar menjadi sebuah inspirasi. Saya begitu sedih ketika suatu hari harus meninggalkan Suriah. Cinta mereka kepada Islam dan keimanan mereka yang tak tergoyahkan kepada Allah SWT meninggalkan saya kepada kerinduan untuk ada di antara mereka  karena mereka mengingatkan Anda kepada sahabat dan surga. Subahana Allah.

Khususnya, ketika mereka mininggalkan ketakutan mereka akan rezim Assad, umat Islam di Suriah telah berada dalam kondisi peperangan lebih dari setahun pada saat ini, dengan pengalaman dan bantuan dari tentara Suriah yang membelot, kemampuan bertempur mereka telah meningkat. Meningkatnya jumlah tank tentara Suriah dan kendaraan tempur lapis baja yang dihancurkan membuktikan kemampuan umat Islam di sana.

Ini adalah alasan mengapa militer Suriah telah menghindari serangan yang mahal dengan memakai kendaraan lapis baja di mana hal itu lebih rentan. Sampai sekarang, rejim sepenuhnya bergantung kepada kekuatan militer udara dan penembakan jarak jauh dengan menggunakan tank, artileri, dan dukungan helicopter tempur.

Khilafah.com: Ada banyak diskusi tentang adanya seruan Islam dari pihak oposisi, apakah benar ada seruan Islam? Apa pengalaman Anda?

Ibtihal Bsis: Umat Islam di Suriah telah dikecewakan dengan setiap penguasa dan kekuasaan di dunia. Baik itu  Liga Arab yang mengirimkan enam pengamat yang membawa pena dan buku catatannya, atau “rencana perdamaian” PBB yang dipimpin oleh mantan sekjennya “Kofi Annan” yang bahkan melakukan lebih buruk, setelah dia melihat penguburan jenazah di sana dan menjadi lebih terbiasa dengan ritual pengurusan jenazah, mereka meninggalkan, mereka hanya memberi izin kepada Bashar untuk melanjutkan pembantaian warganya. Sayangnya melalui kenyataan pahit itu, rakyat di sana sadar bahwa Bashar didukung secara kuat oleh Barat yang juga mengendalikan Liga Arab dan PBB.

Semua pertanyaan ini telah muncul mengenai apakah yang seharusnya diserukan oleh rakyat – dan setelah berbulan – bulan seruan kepada Islam mulai mendapatkan tempat, dan mengapa tidak demikian?  Saya heran ketika orang – orang terkejut dengan hal ini. Umat Islam di sini berasal dari Bilad al sham, dimana sejarah, dan peradaban mereka telah berlangsung lebih dari ribuan tahun, juga berasal dari Islam. Mengapa mereka sangat mendukung sistim yang mendukung Bashar dan telah menjual senjata kepadanya di masa lalu?

Hizbut Tahrir sekarang berada di dekat mereka. Rincian tentang apa yang Khilafah dapat berikan kepada daerah Bilad al sham sedang tersiar saat ini. Dengan keadilan, seorang penguasa terpilih, penduduk yang makmur dan Sistem dari Allah SWT yang dipakai, umat Islam Suriah merindukan kedatangan Khilafah. Bendera Ar Arayah sudah dapat terlihat, ayat – ayat Qur’an berada di dinding – dinding di setiap kota yang dibebaskan tentara pembebasan dan keberanian kaum revolusioner adalah dari Tuhan Semesta Alam. Mereka hidup dan mati untuk-Nya. Mengapa mereka melakukan itu dan kemudian mereka juga telah gagal dalam memakai sistem buatan manusia yang secara menyedihkan juga gagal bagi masyarakat Suriah.

Amerika telah menyatakan bahwa mereka harus berhati – hati kepada siapa mereka mendukung pihak oposisi karena mereka tidak ingin senjata jatuh ke tangan kaum radikal, dan hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan Islam adalah nyata dan diakui oleh Amerika.

Khilafah.com: Apa yang bisa Anda jelaskan tentang Tentara Pembebasan Rakyat Suriah (FSA)? Apakah kemampuan yang dimiliki mereka?

Ibtihal Bsis: FSA  memilki persenjataan yang ringan. Kami dihentikan di banyak pos pemeriksaaan di tengah malam oleh anak – anak muda yang sedang melindungi kotanya dan orang – orang yang ada di dalam kota itu dari kekerasan yang dilakukan oleh Assad dan para pengikutnya. Mereka dilengkapi dengan senjata pamungkasnya yaitu keberanian. Walaupun kurang senjata dan juga pengalaman, (banyak dari mereka yang beralih dari pelajar menjadi tentara), tentara Assad tidak dapat menghentikan mereka pada pertempuran darat. Banyak dari mereka akan mengatakan bahwa mereka tidak bisa shalat sebelum terjadi revolusi, namun sekarang mereka bisa menjadi imam shalat. Pos – pos pemeriksaan ini dulunya dikendalikan oleh Assad, yang dikendalikan tank dan persenjataan beratnya untuk melawan tentara – tentara FSA. Kendati mengalami kesulitan, pos – pos pemeriksaan itu dapat dibebaskan dan tentara Assad dapat disingkirkan. Alhamdulillah.

Mereka benar – benar rela mati demi seruan ini (Islam) dan semuanya terlihat jelas dari realitas ini. Saya mendengar banyak dari mereka menyebut dirinya sebagai as shaheed “al hai”- atau syahid yang sekarang masih hidup.

 Khilafah.com: Ada banyak pembicaraan tentang berlanjutnya dukungan Amerika terhadap Al Assad, apakah Anda mendapat bukti akan hal ini dan bagaimana masyarakat di sana melihat peran Amerika?

Ibtihal Bsis: Alhamdulillah, umat Islam di Suriah semuanya waspada terhadap Amerika bahwa mereka mempunyai kepentingan untuk membuat Assad mempertahankan kekuasaannya. Saya bertemu dengan kaum wanita dari desa – desa yang mampu untuk mengartikulasi aspirasi politik Amerika di Bilad Al sham dengan sangat fasih- banyak dari mereka yang mengkaitkannya dengan perlindungan terhadap dataran tinggi Golan. Israel memiliki arti yang sangat besar bagi Amerika dan bila Amerika tidak dapat mencari pengganti Al Assad, Amerika akan terus memberikan izin bagi rejim itu untuk terus membantai rakyat dengan mengirimkannya para penjaga perdamaian. Dan umat Islam saat ini telah menolak tawaran apapun yang datang dari Amerika baik langsung maupun tak langsung.

Khilafah.com: Banyak media yang mengisukan kaitan perang saudara antara kelompok Syiah Alawi dan kelompok Sunni, apakah ini sebuah realitas yang terjadi di lapangan dan bagaimana hubungan antara kelompok Alawi dan Sunni sekarang ini?

Ibtihal Bsis: Sebenarnya ada banyak perbincangan bahwa banyak suku Alawi yang beralih menjadi oposisi Bashar semenjak mereka melihatnya kehilangan kekuasaan di negaranya. Saya tidak akan menggambarkan perang di sana sebagai “perang saudara”. Itu sama saja akan mengesankan bahwa terjadi perang sesama rakyat. Ini adalah perlawanan rakyat Suriah terhadap rejim. Rejim bertangan besi ini mempunyai para loyalis dan tentara, tetapi kelompok  Alawi pada umumnya cenderung untuk tunduk patuh dan tidak mau terlibat dalam pertempuran.

Khilafah.com: Ada beberapa laporan bahwa Arab Saudi dan Qatar membantu persenjataan pihak oposisi, apakah hal ini benar? Apa hasil observasi Anda di lapangan?

Ibtihal Bsis: Itu adalah pembicaraan yang mengada – ada. Tidak ada senjata dari kedua negara itu.  Rakyatlah yang sebenarnya memegang para penguasa itu untuk meminta pertanggung jawaban karena mereka tidak mau bertindak – dengan melihatnya sebagai bentuk lain dari perintah Barat untuk tidak mengintervensi ketika mereka saat ini sedang mencari pengganti Assad.

Dengan mengamati sifat serangan yang dilakukan kaum oposisi dapat dilihat mereka bertempur dengan menggunakan AK-47 dan RPG-7. Senjata – senjata itu pastinya datang dari pembelotan mereka terhadap rejim dan senjata berat lainnya didapat dari kekalahan pemerintahan Suriah. AK-47 dan RPG-7 dapat dipasok dengan mudah ke negara itu. Dukungan dari sejumlah negara menunjukkan bahwa mereka tidak mengubah taktik maupun menaikkan kemampuan pihak oposisi. Jika mereka memang menyediakan senjata bagi pihak oposisi, kita pasti sudah melihat adanya peningkatan kemampuan umat Islam di Suriah. (TDA/Sumber: http://www.hizb.org.uk)

Iklan