156038_3930007867075_392885251_n 599660_612641462086485_820127566_nPerlu diluruskan opini yang mengatakan bahwa para aktivis Hizbut Tahrir Indonesia perlu berterima kasih kepada Demokrasi, karena dengan sistem Demokrasi ini segala macam perhelatan akbar HTI di seluruh wilayah Indonesia bisa berjalan sukses. Pernyataan seperti ini sangat salah, karena justru dengan adanya berbagai perhelatan yang dilakukan HTI, menunjukan aspirasi umat Islam Indonesia tidak bisa diakomodir oleh parlemen Demokrasi, sehingga umat lebih memilih berjuang bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan cita-cita ideal mereka untuk membangkitkan peradaban Islam. Disisi lain, secara teologis melakukan dakwah menurut umat Islam adalah kewajiban dari Allah swt., sehingga tidak perlu berterima kasih pada manusia apalagi pada Demokrasi, karena seorang muslim hanya wajib bersyukur kepada Allah swt.

Untuk beberapa bulan kedepan, akan diselenggarakan Muktamar Khilafah 2013, dengan tema sentral Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah. Kegiatan ini akan berlangsung marathon di berbagai kota di Indonesia, dengan puncak acara di Stadiun Utama Gelora Bung Karno Jakarta, yang secara umum, seluruh acara akan melibatkan ½ juta peserta dari berbagai kalangan; baik masyarakat, ulama, tokoh, intelektual, politisi dan delegasi berbagai ormas.

caliphate_conferenceJika dilihat dari kacamata politik, Muktamar Khilafah 2013 ini, menunjukan kesan penting sebuah harapan umat Islam, ditengah kemunduran kondisi perpolitikan Indonesia, baik karena korupsi, konflik parpol, skandal pengurus parpol dan lain-lain, sehingga citra parpol, baik parpol sekuler maupun parpol berbasis masa Islam, secara umum dimata masyarakat semuanya semakin jatuh, tanpa bisa ditolong lagi, meski dengan sejuta pencitraan politik. Tema yang diangkat oleh Muktamar Khilafah ini adalah tema politik ideologis (bukan politik pragmatis), karena Khilafah itu sendiri merupakan sistem politik pemerintahan Islam, yang sejatinya pernah menjadi adidaya dunia selama 13 Abad lebih. Khilafah adalah kepemimpinan umum umat Islam diseluruh dunia untuk membangun kehidupan dan peradaban Islam.

Dengan Muktamar ini, umat Islam semakin paham arah perjuangan untuk menyalurkan energi perubahan hanya pada ideologi Islam, bukan pada Kapitalisme Demokrasi yang sedang sekarat, apalagi kepada Sosialisme Komunis yang sudah musnah. Bahkan mereka yang asalnya menentang dan menolak ide Khilafah tidak bisa lagi mengeluarkan kata-kata untuk membungkam perjuangan penegakkan Khilafah, karena dukungan umat dengan diselenggarakannya Muktamar Khilafah semakin nyata, dan sebaliknya para pendukung, penikmat dan pemuja Demokrasi semakin lenyap dan kehilangan pengaruh.

Mengapa Khilafah semakin didukung dan Demokrasi semakin dicela dan kehilangan pendukung, alasannya cuma 2 (dua): (1) masyarakat Indonesia sudah muak dan benci dengan segala kerusakan multi dimensi dalam sistem Demokrasi; (2) umat sudah mulai paham dan tercerahkan tentang ideologi Islam, yang merupakan ideologi yang berasal dari Allah swt. Yang Maha Mengetahui, beserta kerinduan dan efek edukasi yang dilakukan para aktivis HTI kepada umat, tentang keunggulan sistem Khilafah.

Ala kulli hal, dengan diselenggarakan Muktamar Khilafah 2013 ini, akan merubah peta perpolitikan Indonesia secara umum, karena siapa yang mampu menguasai opini dan perpolitikan pada tahun 2013, bisa dipastikan akan berpengaruh juga pada 2014. Sehingga sangat normal jika dikatakan, dengan Muktamar ini, arah perpolitikan Indonesia dan gerak perubahan kebangkitan akan berubah drastis. Setelah Muktamar ini, jangan heran kalau banyak partai politik sekuler, bahkan partai politik berbasis masa Islam, akan kehilangan elektabilitas, karena umat sudah muak dengan politik busuk, mereka sudah ingin Khilafah, sebagai pintu kebangkitan Islam. Karena walau bagaimanapun, penduduk Indonesia ini masyoritas Muslim, sehingga wajar mereka ingin Islam yang berkuasa, dan dengan dibantu Muktamar ini, mereka diarahkan untuk memilih Ideologi Islam, dengan Khilafah sebagai sistem pemerintahannya, dan mencampakkan Demokrasi-Kapitalisme karena ia merupakan musuh dan acaman bagi manusia secara umum. [Yan Abdurrahman, M.Ag, Aktivis HTI Jawa Barat – Purwakarta]