Category: Ulumul Hadits dan Syarh Hadits


Oleh: Yahya Abdurrahman

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.  Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.  Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).

Sanad Hadis

Imam Ahmad menerimanya dari Sulaiman bin Dawud ath-Thuyalisi dari Dawud bin Ibrahim al-Wasithi dari Habib bin Salim dari an-Nu‘man bin Basyir. Ia berkata: “Kami sedang duduk di masjid bersama Rasulullah saw. Basyir adalah orang yang hati-hati dalm berbicara. Lalu datang Abu Tsa‘labah al-Khusyani. Ia berkata, “Wahai Basyir bin Saad, apakah engkau hapal hadis Rasulullah saw. tentang para pemimpin?” Hudzaifah berkata, “Aku hapal khutbah beliau.” Lalu Abu Tsa‘labah duduk dan Hudzaifah berkata, “Rasululah saw. bersabda: (sesuai dengan matan hadis di atas).” 1

Baca lebih lanjut

Iklan

Definisi as-Sunnah

As-Sunnah adalah perkataan, perbuatan dan pembenaran Rasulullah saw., dimana semua yang berasal dari beliau selain al-Qur’an, juga merupakan wahyu. (Zallum, Mitsaqul Ummah, tt. :29)

Batasan “perkataan, perbuatan dan pembenaran Rasulullah saw.” menegaskan, bahwa susunan kalimat yang ada dalam as-Sunnah adalah berasal dari beliau. Bukan dari Allah SWT., meskipun maknanya adalah wahyu dari Allah SWT., sama dengan al-Qur’an.

Tetapi, di sini ada perbedaan antara al-Qur’an dengan as-Sunnah. Jika al-Qur’an merupakan wahyu, baik susunan lafadz maupun maknanya, dari Allah SWT., maka as-Sunnah maknanya dari Allah, sedangkan susunan lafadznya berasal dari Nabi saw. selain al-Qur’an” ini merupakan mu’jizat bagi beliau saw. (Al-Amidi, Al-Ihkam Fi Ushul al-Ahkam, Juz.I. 1981: 27)

Baca lebih lanjut

SOAL :

Ustadz tolong jelaskan status hadits “hubbul wathon minal iman” (cinta tanah air sebagian dari iman)? (Ismail, Tangerang, 081-696-3841)

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: